Pencarian

Laba Gudang Garam Melonjak 307% ke Rp4,52 Triliun pada 9M26

Minggu, 01 November 2026 • 13:22:02 WIB
Laba Gudang Garam Melonjak 307% ke Rp4,52 Triliun pada 9M26
Laba bersih PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tercatat Rp4,52 triliun pada Januari-September 2026.

JAMBI — PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan laba bersih Rp4,52 triliun sepanjang Januari-September 2026, melonjak 307 persen dari Rp1,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Rekapitulasi sementara Sinarmas Sekuritas per 30 Oktober 2026 pukul 15.52 WIB menempatkan emiten rokok itu sebagai salah satu pencetak pertumbuhan laba paling mencolok di antara emiten lintas sektor.

Lonjakan laba GGRM menjadi penanda awal musim kinerja keuangan kuartal III-2026 yang masih bergulir. Sejumlah perusahaan telah melaporkan pertumbuhan laba signifikan, mencakup sektor batu bara, emas, perbankan, hingga konsumer.

Rekapitulasi Sinarmas Sekuritas mencatat sejumlah emiten membukukan kenaikan laba hingga ratusan persen. Data yang terkumpul belum mencakup seluruh emiten, sehingga peta kinerja laba hingga sembilan bulan pertama 2026 (9M26) masih berpotensi berubah seiring masuknya laporan berikutnya.

GGRM Pimpin Pertumbuhan Laba di Sektor Rokok

Laba bersih GGRM sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp4,52 triliun, dibandingkan Rp1,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan 307 persen itu menjadikan emiten rokok ini salah satu yang paling menonjol di antara emiten yang sudah melaporkan kinerja.

Angka tersebut bersumber dari rekapitulasi sementara per 30 Oktober 2026 pukul 15.52 WIB. Sinarmas Sekuritas belum merinci komponen pendorong lonjakan laba GGRM dalam rekapitulasi tersebut.

Batu Bara, Emas, dan Perbankan Ikut Mencatat Kenaikan

Selain GGRM, emiten dari sektor batu bara, emas, perbankan, dan konsumer turut mencatatkan pertumbuhan laba signifikan pada periode 9M26. Sejumlah emiten bahkan membukukan kenaikan hingga ratusan persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ragam sektor yang mencatat kenaikan menunjukkan perbaikan kinerja tidak terkonsentrasi di satu industri. Namun, tanpa rincian per emiten, perbandingan antar sektor belum bisa disimpulkan secara utuh.

Peta Kinerja Masih Bisa Berubah

Data yang dihimpun baru mencakup sebagian emiten. Laporan keuangan emiten lain yang menyusul berpotensi mengubah gambaran pertumbuhan laba agregat hingga kuartal III-2026.

Bagi investor, rekapitulasi sementara ini berguna sebagai indikasi awal arah kinerja emiten, bukan kesimpulan final. Pembaruan data dan laporan resmi masing-masing emiten tetap menjadi rujukan utama sebelum mengambil keputusan investasi.

Follow www.katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks