MERANGIN — Kepolisian Resor Merangin bergerak cepat menindaklanjuti insiden penyerangan yang dilakukan sekelompok warga Suku Anak Dalam. Delapan orang diamankan personel tanpa perlawanan berarti, kurang dari satu hari setelah kejadian. Proses penangkapan berlangsung tenang dan tidak menimbulkan benturan susulan di lapangan.
Sejumlah papan ucapan mulai bermunculan di sepanjang jalan depan Mapolres Merangin. Isinya beragam, dari dukungan moral hingga apresiasi atas kinerja aparat. Papan-papan itu dipasang warga biasa, instansi, hingga kalangan perusahaan yang beroperasi di kabupaten tersebut.
Dukungan Datang dari Warga Tabir hingga DPRD Merangin
Salah satu papan bertuliskan dukungan dari masyarakat Kecamatan Tabir. "Kami masyarakat Tabir mendukung Polres Merangin dalam menegakkan hukum dan memberantas pelaku pelanggaran hukum," demikian bunyi papan ucapan tersebut.
Selain dari kalangan warga, papan serupa datang dari DPRD Kabupaten Merangin dan sejumlah perusahaan di wilayah itu. Ada pula warga yang menyampaikan apresiasi secara pribadi lewat papan bertuliskan "Bravo Polres Merangin. Polisi bersama masyarakat."
Kapolres Mengaku Kaget dengan Respons Warga
Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah mengaku tidak menyangka respons masyarakat sebesar itu. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan, partisipasi, dan kerja sama yang diberikan warga selama proses penanganan kasus.
"Atas nama Polres Merangin dan seluruh jajaran, dengan penuh rasa hormat dan syukur, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas dukungan, partisipasi, dan kerja sama yang telah diberikan," kata AKBP Kiki Firmansyah.
Menurut Kapolres, dukungan warga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat. Kerja sama itu juga dinilai sebagai unsur yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari di tengah masyarakat.
Penangkapan Tanpa Perlawanan Jadi Sorotan
Delapan warga SAD yang diamankan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Merangin. Polisi belum merinci peran masing-masing tersangka dalam insiden penyerangan yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) tersebut.
Proses hukum terhadap kedelapan orang itu menjadi perhatian warga Kabupaten Merangin. Dukungan yang mengalir lewat papan ucapan dinilai sebagai bentuk kepercayaan publik terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan kepolisian setempat.