JAMBI — Kepala Balai PHL Wilayah IV Jambi Andi Rohaendi menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program Polri, khususnya penanaman pohon dan penyediaan air bersih. Dukungan itu disampaikan dalam audiensi yang juga membahas pemulihan lahan pascakarhutla melalui pendinginan dan pemulihan kondisi tanah sebelum penanaman kembali.
Hadir dalam pertemuan itu Dirreskrimsus Kombes Pol Yakhob Silvana Delareskha, Dirbinmas Kombes Pol Henky Poerwanto, Kepala BPDAS Batanghari Nursidah, dan Kepala BKSDA Himawan Sasongko. Sejumlah pimpinan balai dan instansi terkait lainnya juga ikut serta.
Penanaman Pohon Jadi Prioritas Penyelamatan Ekosistem
Widodo menegaskan upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama lintas instansi. Program penghijauan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memulihkan kawasan yang terdampak kerusakan.
Polda Jambi, kata dia, siap berkolaborasi dengan BPDAS dan instansi kehutanan dalam pelaksanaan kegiatan penghijauan. Kolaborasi juga mencakup menjaga kebersihan lingkungan dan menyediakan akses air bersih bagi masyarakat.
"Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak BPDAS dan seluruh instansi terkait untuk berkolaborasi dalam program penanaman pohon, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat. Langkah ini penting untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengantisipasi dampak bencana, baik kekeringan akibat fenomena El Niño maupun banjir di Provinsi Jambi," ujarnya.
1.000 Titik PETI di Kawasan Hutan dan Sungai Batanghari
Selain pelestarian lingkungan, Kapolda menyoroti PETI yang beroperasi di kawasan hutan dan sepanjang aliran Sungai Batanghari. Ia meminta setiap informasi soal aktivitas itu dikoordinasikan dengan kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.
Sinergi aparat penegak hukum dan instansi terkait dinilai penting untuk mencegah kerusakan hutan, pencemaran sungai, serta dampak lingkungan yang merugikan masyarakat. Andi Rohaendi menyebut berdasarkan pemantauan di wilayah kerjanya, terdapat sekitar 1.000 titik lokasi PETI di kawasan hutan maupun sepanjang aliran Sungai Batanghari.
"Apabila ditemukan aktivitas PETI di kawasan hutan maupun di sepanjang aliran Sungai Batanghari, kami mengharapkan adanya koordinasi dan kolaborasi dengan Polda Jambi agar dapat segera ditindaklanjuti. Penegakan hukum harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan lingkungan, sehingga sumber daya alam dapat terjaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab," tegasnya.
Titik Hotspot Nihil Dua Hari, Kewaspadaan Tetap Dijaga
Soal karhutla, Widodo menyampaikan titik panas atau hotspot di wilayah Jambi tercatat nihil selama dua hari terakhir. Kondisi itu diharapkan terus bertahan sehingga ancaman karhutla bisa segera berakhir.
"Alhamdulillah, dalam dua hari terakhir titik hotspot di Provinsi Jambi masih nihil. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga dan bencana karhutla di Jambi segera berakhir. Kita harus tetap waspada, memperkuat pencegahan, dan bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran tidak kembali terjadi," ungkapnya.
Dampak kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian karena mengancam habitat satwa dilindungi, seperti gajah, harimau, dan orangutan. Audiensi ditutup dengan pengecekan bibit pohon di halaman Kantor BPDAS Jambi dan foto bersama.