JAMBI — Rangkaian menuju MotoGP Indonesia 2026 resmi dimulai. Peluncuran yang digelar di Jakarta itu menjadi penanda bahwa Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akan kembali menjadi tuan rumah balapan pada 9-11 Oktober mendatang. Tahun ini menjadi spesial karena menandai lima tahun penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada 2022.
Sport Tourism Berpotensi Tembus Rp40.500 Triliun
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hadir langsung dalam acara peluncuran tersebut. Ia menyoroti potensi besar sektor sport tourism yang kini menjadi primadona ekonomi global.
"Kalau kita lihat sport tourism, nilainya saat ini mencapai 625 miliar dolar AS. Angka yang besar. Bahkan diproyeksikan akan mencapai 2,7 triliun dolar AS," kata Erick dalam sambutannya. Ia menegaskan Indonesia harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
Dampak Ekonomi Rp4,9 Triliun dari Satu Seri Balapan
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, membeberkan catatan positif penyelenggaraan sebelumnya. Berdasarkan data resmi, MotoGP Indonesia mampu menyumbang dampak ekonomi berkelanjutan yang signifikan bagi masyarakat dan kawasan Mandalika.
"Berdasarkan catatan penyelenggaraan sebelumnya, MotoGP Indonesia menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp4,9 triliun," ungkap Maya. Kawasan Mandalika kini telah bertransformasi menjadi salah satu destinasi unggulan yang menarik wisatawan mancanegara.
Standar Internasional dan Kolaborasi Multipihak
Peluncuran tersebut turut dihadiri jajaran direksi dan komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, termasuk Presiden Komisaris ITDC Irna Narulita, Komisaris Independen Ekos Albar dan Faldo Maldini, serta Komisaris ITDC Asnaedi dan Ari Sihasale.
ITDC bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus mematangkan aspek penyelenggaraan. Targetnya, seluruh standar yang ditetapkan Dorna Sports dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) bisa terpenuhi dengan sempurna pada Oktober nanti.