Pencarian

MPR Dukung Penuh Implementasi Kesepakatan Damai AS-Iran, Minta Fokus Global Kembali ke Gaza

Jumat, 19 Juni 2026 • 15:44:31 WIB
MPR Dukung Penuh Implementasi Kesepakatan Damai AS-Iran, Minta Fokus Global Kembali ke Gaza
Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi kesepakatan damai AS-Iran.

JAMBI — Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (13/6), ia menekankan pentingnya implementasi perjanjian tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata. Menurutnya, konsistensi para pihak adalah kunci untuk menghindarkan dunia dari ancaman krisis berkepanjangan.

Dampak Ekonomi dan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Salah satu poin krusial yang disorot Hidayat adalah dampak langsung kesepakatan terhadap rantai pasok energi global. Ia menekankan bahwa meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah akan membuka kembali Selat Hormuz secara aman. "Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, penting juga bisa segera menurunkan harga minyak dunia yang sangat membebani banyak negara, termasuk Indonesia," ujarnya.

Penurunan harga minyak ini dinilai akan menjadi angin segar bagi APBN Indonesia yang selama ini rentan terhadap fluktuasi harga energi internasional. Stabilitas jalur perdagangan energi juga diyakini akan memulihkan kepercayaan pasar global yang sempat terguncang akibat konflik.

Momentum untuk Mengakhiri Tragedi di Gaza

Lebih jauh, Hidayat melihat kesepakatan ini sebagai momentum strategis untuk mengalihkan perhatian dunia. Ia mendesak komunitas internasional untuk kembali memfokuskan upaya pada penyelesaian konflik di Gaza dan Palestina. "Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi penting diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian damai yang hentikan tragedi di Gaza/Palestina penting segera bisa diwujudkan juga," katanya.

Ia menambahkan, perdamaian yang menyeluruh di kawasan harus mencakup perlindungan terhadap warga sipil dan penegakan hukum internasional. Dukungan terhadap solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan menjadi syarat mutlak bagi stabilitas jangka panjang.

Peran Diplomatik Indonesia dan Apresiasi terhadap Mediator

Wakil Ketua MPR itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi yang dinilai efektif bergerak sebagai mediator. "Kita tentu berterima kasih dan mengapresiasi tinggi prakarsa Pakistan, Qatar dan Arab Saudi yang efektif bergerak sehingga naskah perdamaian bisa disetujui dan ditandatangani," ungkapnya.

Di tengah dinamika global ini, Hidayat mendorong Pemerintah Indonesia untuk terus memainkan peran diplomatik sesuai amanat konstitusi. "Pemerintah Indonesia juga bisa terus memainkan peran penting politik luar negerinya untuk terciptanya perdamaian dunia dan merdekanya Palestina, di samping tetap fokus mengatasi masalah-masalah domestik di Indonesia," pungkasnya. Ia berharap kesepakatan ini benar-benar berkontribusi terhadap stabilitas kawasan, pemulihan ekonomi global, dan perdamaian yang lebih luas.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks