MERANGIN — Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter bangsa. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Ahirusannah Pondok Pesantren Sulthon Fatah di Desa Tambang Emas, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, baru-baru ini.
Perkembangan Pondok Pesantren Sulthon Fatah Di Bawah KH Muchlisin
Dalam kunjungannya, Al Haris menyoroti perkembangan signifikan yang dicapai pondok pesantren tersebut di bawah kepemimpinan KH Muchlisin. Perubahan itu tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik yang semakin baik, tetapi juga dari semangat para santri dan kualitas pendidikan yang terus meningkat.
“Kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren ini juga terus bertambah,” ujar Al Haris dalam pernyataan yang diterima redaksi.
Mengapa Al Haris Menyebut Pesantren Sebagai Investasi Jangka Panjang?
Al Haris menekankan bahwa pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan sangat menentukan masa depan daerah dan bangsa. Ia mengaitkan hal ini dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur,” tegasnya.
Nilai-Nilai yang Ditanamkan di Lingkungan Pondok
Di tengah perubahan zaman yang cepat, Al Haris menilai pesantren tetap konsisten mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama. Menurutnya, nilai-nilai inilah yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.
“Kita boleh maju dalam teknologi. Kita boleh berkembang dalam ekonomi. Namun semua itu harus diiringi dengan akhlak dan moral yang baik agar kemajuan tersebut membawa keberkahan,” kata Al Haris.
Komitmen Pemprov Jambi Terhadap Pendidikan Berbasis Pesantren
Sebagai pemerintah daerah, Al Haris menyatakan komitmen untuk terus mendukung dunia pendidikan, termasuk pendidikan berbasis pesantren. Ia mengakui bahwa kemajuan Pondok Pesantren Sulthon Fatah bukan hasil kerja satu atau dua orang saja, melainkan peran para ustaz, ustazah, pengurus pondok, wali santri, dan tokoh masyarakat.
Al Haris berharap pondok pesantren ini benar-benar menjadi kandang ilmu bagi anak-anak santri, tempat mereka menimba pengetahuan, membangun karakter, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.