Pencarian

PLN EPI Amankan 600 Kargo LNG Masela untuk 18 Tahun ke Depan

Selasa, 03 November 2026 • 08:21:31 WIB
PLN EPI Amankan 600 Kargo LNG Masela untuk 18 Tahun ke Depan
PLN EPI menandatangani Perjanjian Jual Beli LNG dengan KKKS WK Masela dalam FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta.

JAMBI — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengunci pasokan LNG dari Wilayah Kerja Masela sebanyak 2,5 juta ton per tahun atau sekitar 40 kargo per tahun selama 18 tahun, dengan total keseluruhan setara 600 kargo LNG (37,5 MT). Kontrak jangka panjang ini menjadi fondasi pasokan gas bagi pembangkit PLN Group dan mulai berlaku pada akhir 2030. Bagi pelanggan listrik, kepastian pasokan ini berperan menjaga keandalan pasokan di tengah pertumbuhan kebutuhan energi nasional.

Kepastian volume pasokan diperoleh melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli LNG antara PLN EPI dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) WK Masela. Penandatanganan berlangsung dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, disaksikan Menteri ESDM RI dan Kepala SKK Migas. Kesepakatan ini menuntaskan proses yang dimulai dari penandatanganan Heads of Agreement (HoA) LNG di ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) pada Mei 2026.

Mengapa Pasokan Masela Krusial bagi PLN

Pengamanan pasokan LNG dari WK Masela merupakan langkah strategis PLN EPI dalam mempersiapkan kebutuhan energi primer jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Kerja sama tersebut sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi gas bumi domestik untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan Indonesia.

Rakhmad Dewanto, Plh. Direktur Utama PLN EPI, menyebut pengamanan pasokan energi primer jangka panjang sebagai bagian penting dari upaya PLN Group menjaga keandalan pasokan listrik. Langkah itu juga mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi nasional.

"Pengamanan pasokan LNG dari WK Masela merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN Group dalam jangka panjang. Dengan volume 2,5 MTPA selama 18 tahun, kami mendukung pengembangan lapangan hulu migas di Indonesia dengan menjadi fundamental buyer agar proyek pengembangan hulu migas dapat segera dieksekusi," ujar Rakhmad.

Portofolio South Hub dan Infrastruktur Pendukung

Selain WK Masela, PLN EPI memperkuat diversifikasi sumber pasokan LNG melalui portofolio South Hub. Pasokan ini bersumber dari sejumlah wilayah kerja migas, yakni Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal. South Hub direncanakan berlangsung pada periode 2027–2037 dengan total volume sekitar 191 kargo LNG (11,2 MT). Diversifikasi sumber domestik menjadi bagian dari strategi PLN EPI membangun portofolio pengadaan LNG yang berkelanjutan.

Di sisi infrastruktur, PLN EPI memperkuat kesiapan midstream gas agar LNG dapat menjangkau pembangkit di berbagai sistem kelistrikan. Pengembangan mencakup empat klaster gasifikasi serta sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Rantai pasok yang disiapkan meliputi penyimpanan, pengangkutan, regasifikasi, hingga penyaluran gas ke pembangkit.

Gas sebagai Energi Transisi

Erma Melina Sarahwati, Direktur Gas dan BBM PLN EPI, menekankan bahwa pengelolaan pasokan LNG harus dilakukan secara terintegrasi. Keseimbangan perlu dijaga antara kepastian sumber pasokan, proyeksi kebutuhan pembangkit, serta kesiapan infrastruktur dan logistik.

"Bagi PLN EPI, pengamanan LNG tidak berhenti pada penandatanganan kontrak pasokan. Kami memastikan seluruh mata rantai pasok, mulai dari sumber LNG, pengangkutan, penyimpanan, regasifikasi hingga penyaluran gas ke pembangkit, direncanakan secara terintegrasi," jelas Erma.

Erma menambahkan, potensi gas bumi Indonesia perlu dioptimalkan melalui sinergi antara pelaku hulu migas, penyedia infrastruktur midstream, dan sektor ketenagalistrikan. PLN EPI menempatkan diri sebagai penghubung antara potensi sumber daya gas domestik dan kebutuhan pembangkit di seluruh Indonesia. Peran itu tidak hanya mendukung keandalan pasokan listrik, tetapi juga memperkuat posisi gas sebagai energi transisi menuju sistem energi yang lebih bersih.

Ke depan, PLN EPI akan menyelaraskan strategi pengadaan dan pengelolaan energi primer dengan proyeksi kebutuhan listrik nasional serta pengembangan infrastruktur pendukung. Kombinasi pasokan dari WK Masela, South Hub, dan berbagai sumber domestik lainnya menjadi fondasi rantai pasok energi primer yang tangguh dan adaptif. Bagi PLN Group, kontrak 18 tahun ini memberi ruang perencanaan jangka panjang yang lebih pasti dibandingkan pengadaan LNG spot.

Follow www.katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks