Pencarian

OpenAI Rekrut Penemu Transformer Noam Shazeer dan Mantan Pejabat AI Trump Jelang IPO

Jumat, 19 Juni 2026 • 11:49:01 WIB
OpenAI Rekrut Penemu Transformer Noam Shazeer dan Mantan Pejabat AI Trump Jelang IPO
Noam Shazeer, penemu arsitektur Transformer, resmi bergabung dengan OpenAI.

JAMBI — OpenAI merekrut Noam Shazeer dan Dean Ball dalam waktu yang hampir bersamaan. Shazeer, yang diumumkan hengkang dari Google pada Rabu (pekan lalu), adalah salah satu otak di balik lanskap AI generatif modern. Sementara itu, Ball bergabung untuk memimpin tim baru bernama Strategic Futures.

Shazeer bukan nama sembarangan di industri AI. Ia adalah salah satu rekan penulis makalah seminal tahun 2017 berjudul “Attention Is All You Need,” yang memperkenalkan arsitektur Transformer. Arsitektur ini menjadi fondasi bagi hampir semua model AI generatif mutakhir saat ini, termasuk yang dikembangkan OpenAI.

Perjalanan Noam Shazeer ke OpenAI

Shazeer adalah pendiri Character AI, startup yang fokus pada AI role-playing. Dua tahun lalu, Google mengakuisisi hak akses teknologi Character AI dalam kesepakatan senilai USD 2,7 miliar dan merekrut kembali Shazeer. Sebelumnya, ia telah bekerja di Google sejak tahun 2000 dan hanya keluar selama tiga tahun untuk mendirikan Character AI.

Kepergian Shazeer dari Google menambah daftar panjang perpindahan talenta antar laboratorium AI top dunia, termasuk Google, OpenAI, Anthropic, dan Meta. Namun, masa akhir Shazeer di Google tidak sepenuhnya mulus. Menurut The Information, ia sempat menyuarakan pendapat politik di forum internal perusahaan terkait identitas transgender dan perang Israel di Gaza, yang berujung pada penghapusan unggahannya oleh manajemen. Belum jelas apakah kontroversi ini akan terbawa ke OpenAI.

Tim Khusus untuk Kebijakan AI Berisiko Tinggi

Di sisi kebijakan, OpenAI merekrut Dean Ball. Ball sebelumnya menjabat sebagai pejabat di Gedung Putih era Trump yang membantu menerbitkan America’s AI Action Plan. Sebelum bergabung ke OpenAI, ia adalah senior fellow di Foundation for American Innovation, sebuah lembaga think tank teknolibertarian.

“I am pleased and honored to announce that, on July 6, I’ll be joining OpenAI as leader of a new team called Strategic Futures,” tulis Ball di X pada Kamis (pekan lalu). “Our mandate will be to help the company’s leadership shape frontier AI policy.”

Ball akan melapor langsung ke Chief Strategy Officer Jason Kwon. Tim yang ia pimpin berukuran kecil namun memiliki agensi tinggi. Fokus tim ini mencakup “matters pertaining to: catastrophic risk, recursive self-improvement, labor market impact, and the relationship between the frontier labs, governments (particularly the U.S. Federal Government), and society,” tulis Ball dalam sebuah blog post.

Mengapa Langkah Ini Krusial

Tim Strategic Futures akan menangani kebijakan publik sekaligus tata kelola internal OpenAI. Ball menekankan bahwa “almost by necessity,” laboratorium AI harus memimpin keputusan tata kelola AI. “In other words, internal governance will be more central to the future of AI than most people realize,” tulis Ball.

Keputusan Ball bergabung ke OpenAI terjadi di tengah ketegangan antara pemerintah AS dan kompetitor. Pekan lalu, Presiden Donald Trump memerintahkan larangan ekspor terhadap model terbaru Anthropic, Fable 5 dan Mythos 5. Anthropic terpaksa menurunkan model-model tersebut sepenuhnya untuk menghindari pelanggaran. Langkah OpenAI merekrut Ball bisa dibaca sebagai upaya mengamankan posisi istimewa di mata pemerintah saat pesaingnya justru tertekan.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks