MUARO JAMBI — Kepolisian Daerah Jambi menempatkan pengembangan pertanian jagung sebagai salah satu jalur pendukung swasembada pangan di Provinsi Jambi. Kegiatan percontohan berlangsung di Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, dengan benih jagung komposit SAS sebagai komoditas utama.
Benih SAS merupakan singkatan dari Siginjai Andalan Swasembada. Polda Jambi mendorong pemanfaatannya untuk menaikkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat desa.
Yang membedakan program ini dari sekadar penanaman jagung biasa adalah pendekatan zero waste. Bagian tanaman yang selama ini dibuang atau dibakar dialihkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Apa Saja yang Diolah dari Limbah Jagung
Hasil panen dan sisa tanaman jagung diolah menjadi sejumlah produk turunan. Polda Jambi menyebut setidaknya empat bentuk pemanfaatan yang dikembangkan di lokasi percontohan.
- Bahan pakan ternak dari bagian vegetatif tanaman
- Pupuk kompos dari sisa organik
- Biochar atau arang hayati untuk perbaikan tanah
- Produk olahan lain yang memiliki nilai jual
Pendekatan itu diarahkan agar petani tidak hanya bergantung pada harga jual biji jagung. Efisiensi pemanfaatan sumber daya pertanian disebut menjadi kunci agar ekosistem usaha tani lebih mandiri.
Alasan Polri Turun ke Sektor Pertanian
Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo menegaskan keterlibatan Polri dalam ketahanan pangan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji.
"Polda Jambi berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui berbagai langkah konkret, termasuk mendorong pengembangan benih jagung, peningkatan produktivitas pertanian, serta pemanfaatan hasil panen dan limbah pertanian agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat," ujar Erlan Munaji.
Menurutnya, pertanian bukan hanya soal volume panen. Cara hasil panen diolah dan dimanfaatkan ikut menentukan pendapatan yang diterima warga tani.
"Pertanian tidak hanya berbicara tentang hasil panen, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan secara maksimal. Dengan inovasi dan kolaborasi, limbah pertanian pun dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat," lanjutnya.
Sinergi yang Dibutuhkan agar Program Berjalan
Polda Jambi mengajak kelompok tani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain ikut mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Sinergi dinilai menjadi penentu apakah inovasi di Desa Ibru bisa diperluas ke wilayah lain di Provinsi Jambi.
Harapannya, sektor pertanian terus berkembang sebagai penopang perekonomian masyarakat. Program ini juga dikaitkan dengan semangat Polri Presisi, yang menempatkan kepolisian tidak hanya sebagai penjaga keamanan tetapi juga pendukung pembangunan daerah.
Bagi petani di Muaro Jambi, nilai uji dari kegiatan ini terletak pada perhitungan usaha tani. Jika pakan ternak, kompos, dan biochar benar-benar bisa dijual atau dipakai sendiri, biaya produksi bisa ditekan dan margin panen jagung ikut membaik.