Pencarian

BRI Siapkan Ruang Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit UMKM, Total Penyaluran Capai Rp 1.211 Triliun

Kamis, 06 Agustus 2026 • 23:41:01 WIB
BRI Siapkan Ruang Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit UMKM, Total Penyaluran Capai Rp 1.211 Triliun
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penempatan dana SAL untuk memperkuat likuiditas perbankan dan ekspansi kredit.

JAKARTA — Langkah Kementerian Keuangan mengoptimalkan instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) mendapat respons positif dari jajaran direksi BRI. Kebijakan fiskal itu dinilai menjadi penyangga likuiditas perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut instrumen pengelolaan kas negara tersebut punya peran strategis. Tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, kebijakan ini juga memperbesar kapasitas bank dalam menjalankan fungsi intermediasi.

Ruang Ekspansi Kredit ke Sektor Riil Makin Terbuka

Hery menjelaskan, likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat utama bagi perbankan untuk menyalurkan kredit sehat ke sektor-sektor produktif. Dengan dukungan dana SAL, ruang pembiayaan dunia usaha menjadi lebih luas tanpa mengorbankan kualitas aset dan manajemen risiko.

"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery dalam keterangan resminya, dikutip Jambi Independent.

Fokus pembiayaan tetap diarahkan pada sektor yang memiliki efek berganda tinggi. Pertanian, perdagangan, industri pengolahan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi prioritas utama ekspansi kredit perseroan.

Portofolio UMKM Capai Rp 1.211 Triliun

Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI mencatatkan total penyaluran kredit sebesar Rp 1.562 triliun. Dari jumlah tersebut, segmen UMKM masih mendominasi dengan kontribusi mencapai Rp 1.211 triliun.

"Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," jelas Hery.

Sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan disebutnya menjadi fondasi penting menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. BRI berkomitmen memperbesar kontribusinya sebagai agen pembangunan melalui pengelolaan likuiditas yang prudent.

"Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Hery.

Follow www.katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks