JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya melalui peringatan Hari Adat Melayu Jambi yang puncaknya digelar di Balairung Sari, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi. Gubernur Al Haris hadir langsung dalam acara yang menjadi puncak rangkaian Pekan Adat Melayu Jambi 2026 tersebut.
Bahasa Daerah Jadi Prioritas Pelestarian
Dalam sambutannya, Al Haris menyoroti urgensi penyusunan Kamus Bahasa Melayu Jambi sebagai langkah konkret menjaga warisan linguistik. Menurutnya, bahasa daerah adalah kekayaan budaya yang harus diwariskan kepada generasi mendatang agar tidak punah.
"Kalau pemerintah, lembaga adat, dan ulama berjalan bersama, maka kuatlah kita membangun negeri ini," ujar Al Haris di hadapan pengurus LAM, Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.
Bukit Siguntang: Warisan Sejarah yang Harus Dijaga
Gubernur juga memberikan perhatian khusus pada kawasan Bukit Siguntang. Ia mendorong agar situs bersejarah itu dilengkapi tugu atau prasasti sebagai penanda yang memperkuat eksistensi perjalanan adat Melayu Jambi.
"Nilai sejarah yang dimiliki Bukit Siguntang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah adat Melayu Jambi. Karena itu, perlu dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas," tegasnya.
Adat Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Sistem Nilai
Ketua Umum LAM Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), menekankan bahwa Hari Adat Melayu Jambi bukan agenda seremonial tahunan semata. Ia menjelaskan bahwa adat Melayu Jambi merupakan sistem nilai yang mengajarkan sopan santun, kejujuran, musyawarah, hingga ketaatan beragama.
Melalui tema "Hijrah Adat, Kembali ke Jati Diri dan Teguh Menjaga Marwah", HBA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman hidup. "Adat tidak dilihat dari megahnya tempat, tetapi dari niat, kebersamaan, dan ketulusan dalam menjaganya," katanya.
Bahasa Adat Harus Santun dan Bermartabat
Al Haris juga menyoroti penggunaan bahasa dalam prosesi adat, termasuk upacara pernikahan. Ia berharap bahasa yang digunakan semakin mencerminkan kemuliaan nilai-nilai Melayu. "Adat ini mulia. Maka bahasa yang digunakan juga harus baik dan halus," tegasnya.
Pekan Adat Berlangsung Sejak 9 Juni
Ketua Panitia Pelaksana, Idham Kholik, menjelaskan bahwa peringatan Hari Adat Melayu Jambi merupakan implementasi Keputusan Gubernur Jambi yang menetapkan 1 Muharam sebagai hari spesial tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam Pekan Adat Melayu Jambi yang tahun ini berlangsung sejak 9 Juni hingga puncaknya pada 16 Juni 2026.