Pencarian

Harga Emas Antam Naik Lagi ke Rp2.711.000 per Gram, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Sabtu, 13 Juni 2026 • 10:03:01 WIB
Harga Emas Antam Naik Lagi ke Rp2.711.000 per Gram, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi Rp2.711.000 per gram pada Juni 2026.

JAMBI — Kenaikan harga ini melanjutkan tren bullish emas yang sudah berlangsung sejak awal tahun. Sepanjang Juni 2026, harga emas Antam sudah mencatatkan kenaikan lebih dari 3%, didorong oleh ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Buyback Ikut Terbang ke Level Rp2.511.000

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga yang diterima nasabah saat menjual kembali emas batangan ke Antam juga ikut melonjak. Per hari ini, Antam mematok harga buyback di angka Rp2.511.000 per gram, naik Rp14.000 dari posisi sebelumnya.

Selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) saat ini berada di kisaran Rp200.000 per gram. Angka ini masih dalam rentang normal untuk investasi emas fisik, mengingat adanya biaya produksi, ongkos cetak, dan margin distribusi.

Faktor Pendorong: The Hawkish The Fed dan Gejolak Geopolitik

Pengamat pasar komoditas dari Refinitiv, David Sumual, menilai kenaikan harga emas saat ini tidak terlepas dari dua sentimen utama. Pertama, kekhawatiran pasar terhadap sikap hawkish The Fed yang masih menahan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan.

"Ironisnya, ekspektasi suku bunga tinggi justru membuat investor khawatir terhadap resesi. Emas menjadi safe haven di tengah ketidakpastian ini," ujar David kepada pers, Jumat (12/6).

Kedua, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur kembali memanas dalam sepekan terakhir. Hal ini mendorong bank sentral berbagai negara, termasuk China dan India, untuk terus menambah cadangan emas mereka.

Dampak ke Investor: Apakah Masih Waktu yang Tepat untuk Beli?

Bagi investor ritel, harga emas yang terus mencetak rekor kerap memunculkan dilema: kejar momentum atau wait and see? David menyarankan investor untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar di harga tertinggi (FOMO).

Strategi yang lebih bijak adalah dengan melakukan pembelian bertahap atau dollar cost averaging. "Emas adalah aset lindung nilai, bukan instrumen trading jangka pendek. Jika tujuan investasi adalah jangka panjang di atas 5 tahun, harga saat ini masih masuk akal," tambahnya.

Di sisi lain, momentum ini menjadi peluang bagi investor yang ingin merealisasikan keuntungan dengan menjual emas melalui skema buyback. Selisih harga yang lebar membuat potensi gain cukup menarik.

Proyeksi: Potensi ke Level Rp2.800.000?

Beberapa analis global memproyeksikan harga emas masih berpotensi naik hingga akhir tahun 2026. Target harga berikutnya adalah level psikologis Rp2.800.000 per gram, yang bisa tercapai jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga pada kuartal III-2026.

Namun, investor tetap harus mewaspadai risiko koreksi jangka pendek. Jika data ekonomi AS menunjukkan perbaikan signifikan, dolar AS bisa menguat dan menekan harga emas.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks