JAMBI — Lionel Messi menutup pintu tim nasional Argentina untuk selamanya. Pemain berusia 39 tahun itu memutuskan pensiun permanen dari panggung sepak bola internasional setelah rangkaian kompetisi terakhirnya bersama La Albiceleste.
Keputusan tersebut mengakhiri pengabdian lebih dari dua dekade Messi membela panji negara. Sepanjang periode itu, ia melewati berbagai rintangan berat dan penantian panjang sebelum akhirnya mempersembahkan gelar bergengsi bagi Argentina.
Pencapaian paling ikonik Messi bersama timnas adalah gelar Copa America yang diraih berturut-turut. Puncaknya, ia memimpin Argentina meraih mahkota juara Piala Dunia yang selama puluhan tahun diidam-idamkan publik Negeri Tango.
Rangkaian trofi itu mengukuhkan posisi Messi sebagai tulang punggung persepakbolaan Argentina di kancah global. Keputusan pensiun dari timnas disebut diambil dengan pertimbangan matang, bukan keputusan tergesa-gesa.
Pensiunnya Messi menandai berakhirnya satu generasi emas yang selama ini menjadi andalan Argentina. Era yang dibangun bersama rekan-rekannya di skuad La Albiceleste kini memasuki babak penutup.
Bagi sepak bola dunia, keputusan itu menjadi pengingat bahwa salah satu era paling gemilang dalam sejarah olahraga ini perlahan mendekati garis akhir. Publik sepak bola internasional kehilangan sosok yang selama bertahun-tahun mencatatkan berbagai rekor luar biasa.
Meski sudah menutup lembaran karier internasional, Messi masih bisa disaksikan di lapangan hijau melalui kompetisi level klub. Inter Miami menjadi klub yang menampung aksi sang maestro untuk sementara waktu.
Belum ada keterangan resmi mengenai berapa lama Messi akan bertahan di level klub. Yang jelas, para pecinta sepak bola masih memiliki kesempatan menyaksikan permainan pemain yang telah mempersembahkan banyak gelar juara sepanjang kariernya.
Keputusan pensiun dari timnas meninggalkan warisan panjang bagi Argentina. Negara itu kini menanti siapa yang mampu meneruskan tongkat estafet generasi emas yang ditinggalkan Messi.