GMNI Jambi Beri Ultimatum 7 Hari ke DPRD dan Gubernur Al Haris, Kawal Tuntutan soal Dugaan Korupsi DAK Pendidikan

Penulis: Syafruddin Amir  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 19:27:31 WIB
Massa GMNI Jambi menggelar aksi di depan DPRD menuntut pengusutan dugaan korupsi DAK pendidikan.

JAMBI — Massa yang tergabung dalam aksi bertajuk “Selamatkan Indonesia dari Kurcaci Oligarki Jilid II” memadati halaman DPRD Provinsi Jambi pada Kamis (18/6/2026). Mereka bukan sekadar berorasi. Tujuh poin tuntutan resmi disodorkan dan diterima langsung oleh Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Afuan Yuza Putra, untuk kemudian diteruskan ke Ketua DPRD Hafiz Fattah dan Gubernur Al Haris.

Isi Tujuh Tuntutan: Dari Interpelasi hingga Konflik Kepentingan MBG

GMNI menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai menggerus kepercayaan publik. Tuntutan pertama dan paling krusial adalah mendorong penggunaan hak interpelasi DPRD untuk mengusut dugaan korupsi DAK sektor pendidikan. Selain itu, mahasiswa mendesak penguatan keterbukaan informasi publik, evaluasi birokrasi pemerintah daerah, serta pencegahan konflik kepentingan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami datang ke DPRD bukan untuk mencari panggung politik dan bukan pula menciptakan kegaduhan. Kami membawa kegelisahan masyarakat yang mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan DPRD dijalankan,” tegas Ketua DPC GMNI Jambi, Ludwig Syarif Sitohang, di hadapan massa.

Ultimatum Dua Tahap: Satu Pekan untuk Respons Awal

Ludwig memberikan batas waktu yang jelas. Ia meminta DPRD menunjukkan langkah awal dalam waktu satu minggu, dan paling lambat dua minggu untuk tindak lanjut yang konkret. Menurutnya, yang sedang diuji saat ini adalah komitmen lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan yang diberikan rakyat.

“Jangan sampai aspirasi masyarakat hanya menjadi dokumen yang tersimpan di meja birokrasi tanpa penyelesaian yang jelas,” ujar Ludwig.

GMNI menilai berbagai persoalan tata kelola pemerintahan di Jambi, mulai dari lemahnya transparansi anggaran hingga dugaan konflik kepentingan, merupakan sinyal perlunya pengawasan lebih serius. Mereka menolak anggapan bahwa kasus-kasus tersebut berdiri sendiri-sendiri.

Aksi Ini Baru Awal: GMNI Siap Jadi Kekuatan Kontrol Sosial

Organisasi mahasiswa beraliran Marhaenisme ini memastikan tidak akan berhenti pada aksi demonstrasi semata. Ludwig menegaskan pihaknya akan melakukan konsolidasi berkelanjutan dan membangun komunikasi dengan masyarakat sipil.

“Selama belum ada langkah konkret terhadap tuntutan yang kami sampaikan, GMNI Jambi akan tetap hadir sebagai kekuatan kontrol sosial. Aksi hari ini bukan akhir, melainkan awal dari proses pengawasan yang lebih panjang,” pungkasnya.

GMNI berkomitmen memastikan pemerintahan di Provinsi Jambi berjalan transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Mereka menunggu respons resmi dari DPRD dan Gubernur dalam pekan-pekan mendatang.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: jambiday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top