BRI Buktikan Fundamental Kuat di Tengah IHSG Tertekan, 3 Langkah Strategis Disiapkan untuk Jaga Pasar Modal

Penulis: Hamzah Effendi  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 23:47:31 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan pertumbuhan kredit dan DPK yang menunjukkan fundamental kuat industri perbankan.

JAKARTA — Rapat yang digelar pada 9 Juni 2026 itu dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta COO BPI Danantara Dony Oskaria. Dari sisi perbankan, hadir Direktur Utama BRI Hery Gunardi bersama para direktur utama Himbara dan perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.

Pertumbuhan Kredit Tembus 9,98%, DPK Naik Dua Digit

Alih-alih pesimistis, Hery Gunardi justru melihat momen ini sebagai ajang pembuktian. Ia menyebut kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional tetap tinggi karena kinerja industri yang resilien di tengah dinamika ekonomi global.

“Fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap kuat,” ujar Hery dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (11/6).

Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perbanas itu membeberkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026. Kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40 persen.

“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” jelasnya.

Buyback Saham BUMN: Masih dalam Kajian Matang

Pertemuan tersebut turut membahas wacana buyback saham emiten BUMN sebagai salah satu jurus untuk menahan laju pelemahan IHSG. Namun, Hery memastikan langkah ini tidak akan diambil secara tergesa-gesa.

“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku,” tegas Hery.

Ia menambahkan, saat ini fokus utama BRI bukan pada intervensi jangka pendek, melainkan pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Stabilitas Pasar Jadi Kunci Iklim Investasi Sehat

Menurut Hery, stabilitas pasar yang terjaga merupakan faktor penting dalam mendukung iklim investasi yang sehat. BRI, kata dia, terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global,” pungkas Hery.

Perhatian berbagai pemangku kepentingan terhadap saham-saham BUMN, khususnya sektor perbankan, dinilai sebagai cerminan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan plat merah di tengah volatilitas pasar yang masih berlangsung.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top