JAMBI — Alex Freeman mencetak gol pertamanya di La Liga saat Villarreal bangkit mengalahkan Valencia dalam laga derby regional yang berlangsung ketat. Pemain asal Orlando City itu tampil di tiga posisi berbeda sepanjang pertandingan, membuktikan predikat "super player" yang dilekatkan pelatih Iñigo Pérez kepadanya.
Gol Freeman lahir pada menit ke-69, ketika Villarreal membangun serangan dari sayap kiri dan mengirim umpan lambung ke dalam kotak penalti. Bola jatuh di kaki Freeman yang berdiri di tepi area, lalu ia menusuk bola melewati kepadatan pemain Valencia dan menemukan celah sempit antara kiper dan bek terakhir.
Sebelum gol itu, Freeman memulai laga dari bangku cadangan dan masuk sebagai bek kiri — posisi yang tidak biasa baginya. Ia sempat menciptakan dua peluang sebelum Valencia membuka skor lewat titik penalti.
Dari Bek Kiri ke Bek Kanan, Lalu Gelandang Sayap
Perubahan taktik pada menit ke-65 mengembalikan Freeman ke posisi aslinya di bek kanan. Instruksi Pérez agar ia melebar proaktif sebagai gelandang sayap langsung berbuah gol penyama kedudukan empat menit berselang.
Memasuki fase akhir laga, Pérez menarik Freeman ke posisi ketiga: gelandang kanan. Meski tidak terlibat langsung dalam gol kemenangan di menit akhir, ia terus menjaga lebar permainan di sisi kanan sementara Villarreal membangun serangan dari kiri dan tengah.
Sebagian besar pemain Villarreal jatuh berlutut saat peluit akhir berbunyi. Freeman justru berjalan menghampiri rekan-rekannya, memberi selamat atas comeback yang diraih dengan skuad terbatas.
Pérez: Freeman Bisa Bermain di Mana Saja
Selepas laga, Pérez memuji Freeman sebagai salah satu dari empat bek "kelas atas" yang tersedia untuknya. Menurut pelatih asal Spanyol itu, keempatnya "fundamental dan vital untuk mengembangkan visi sepak bola saya."
"Kami butuh mereka sangat serbaguna, dan dalam kasus ini, Alex adalah pemain super," kata Pérez. "Dia bisa bermain sebagai bek tengah, bek sayap, bek kiri, lebih ke depan, wing-back; dia bahkan bermain di kedua sisi sayap untuk tim nasionalnya. Jadi, keserbagunaan dan dinamisme ini, dikombinasikan dengan level keterampilannya, membuat saya lebih berani menempatkannya di posisi mana pun."
Freeman dinobatkan sebagai man of the match atas penampilannya. Catatan menarik: ia belum genap setahun berkarier di Eropa. Villarreal merekrutnya dari Orlando City pada 29 Januari dengan mahar awal 4 juta dolar AS — nilai yang kini terlihat sangat murah mengingat performanya di Piala Dunia.
Pochettino Sudah Lama Melihat Potensi Kelas Dunia
Pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, telah lama menilai Freeman punya potensi kelas dunia. Penilaian itu disampaikan setelah Freeman mencetak gol dalam kemenangan atas Australia pada 19 Juni.
"Dia sangat rendah hati, punya profil luar biasa, selalu mendengarkan," ujar Pochettino. "Kamu benar-benar menikmati kebersamaan dengannya, melatihnya, dan dia pemain luar biasa. Bagi saya, dia punya potensi menjadi salah satu pemain terbaik di posisinya di dunia."
Ada catatan yang masih perlu diperbaiki. Penyerang senior Valencia beberapa kali memenangi duel udara melawan Freeman berkat pengalaman dan pembacaan sudut yang lebih cepat. Sebagian bisa dimaklumi karena ia bermain di sisi berlawanan dari posisi biasanya, tetapi adaptasi itu wajar terjadi seiring bertambahnya menit bermain.
Bagi sepak bola Amerika Serikat, Freeman adalah sosok langka: bek yang mampu mengubah jalannya pertandingan untuk klub level Liga Champions. Sejak kedatangan Pochettino, belum ada pemain yang membangun reputasi secepat dirinya.