Pencarian

BTN Kaji Buyback Saham, Andalkan Modal Kuat dan Fundamental Bisnis

Rabu, 21 Oktober 2026 • 08:22:31 WIB
BTN Kaji Buyback Saham, Andalkan Modal Kuat dan Fundamental Bisnis
Kantor pusat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Jakarta.

JAMBI — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sedang mengkaji opsi pembelian kembali saham (buyback) sebagai alternatif aksi korporasi di tengah dinamika pasar modal domestik. Kajian BTN menimbang kondisi keuangan, kecukupan modal, dan kebutuhan ekspansi, bukan semata merespons pergerakan harga saham.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyatakan perseroan terbuka terus mengevaluasi berbagai opsi strategis yang mendukung kepentingan jangka panjang, termasuk kemungkinan buyback. Menurut dia, pergerakan harga saham perlu dilihat menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental bisnis, prospek pertumbuhan, dan transformasi yang berjalan.

Pernyataan Nixon itu disampaikan tanpa menyebut tenggat kapan kajian buyback rampung. BTN juga belum memutuskan besaran dana maupun jumlah saham yang akan dibeli kembali.

Apa Saja yang Dipertimbangkan BTN

Kajian buyback BTN tidak berdiri sendiri. Nixon menyebut sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan, mulai dari kondisi keuangan, kecukupan permodalan, kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis, hingga ketentuan regulator yang berlaku.

"Buyback merupakan salah satu opsi yang sedang kami kaji, termasuk terkait dengan potensi pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk peruntukan tertentu sesuai dengan kebutuhan Perseroan," ujar Nixon.

Nixon menegaskan setiap keputusan akan diambil secara terukur. Kepentingan seluruh pemegang saham menjadi salah satu pertimbangan utama, di samping kecukupan modal dan kondisi keuangan perseroan.

Bukan Langkah Pertama bagi BTN

Opsi buyback bukan hal baru bagi bank yang fokus di sektor pembiayaan perumahan itu. Pada 2020, saat pasar tertekan pandemi COVID-19, BTN pernah menyiapkan dana Rp275 miliar untuk rencana pembelian kembali saham melalui pasar sekunder.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi perseroan dalam mengevaluasi alternatif aksi korporasi. Polanya serupa: mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan sebelum mengambil keputusan.

Bagi investor, sinyal buyback kerap dibaca sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap nilai saham yang dianggap belum mencerminkan fundamental. Namun BTN menegaskan opsi ini masih sebatas kajian, belum keputusan final.

Fokus Tetap di Pembiayaan Rumah

Di tengah dinamika pasar modal, Nixon menegaskan BTN tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja, serta pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Perseroan juga terus mengoptimalkan peluang di sektor pembiayaan perumahan yang dinilai masih besar.

Peluang itu sejalan dengan dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah serta transformasi BTN menuju beyond mortgage. Langkah tersebut memperluas cakupan bisnis perseroan di luar kredit perumahan konvensional.

"Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Kami melihat peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar," kata Nixon.

BTN akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik apabila terdapat keputusan terkait pelaksanaan aksi korporasi. Penyampaian itu mengikuti ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan yang berlaku.

Kajian buyback BTN muncul saat emiten perbankan pelat merah lain juga aktif menjaga nilai saham di pasar. Bagi BTN, keputusan akhir akan bergantung pada ruang modal dan prioritas ekspansi di segmen perumahan yang menjadi inti bisnisnya.

Follow www.katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks