MUARO JAMBI — Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 1 Muaro Jambi, Fatimah, menyatakan jangka waktu tiga hari tersebut tidak final. Perpanjangan atau pemendekan PJJ akan menyesuaikan situasi pencemaran udara dan kebijakan pemerintah daerah.
Keputusan mengalihkan pembelajaran ke daring diambil setelah pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan kualitas udara Jambi pada level sangat tidak sehat hingga berbahaya. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan menjadi penyebabnya.
Kesehatan Siswa Jadi Pertimbangan Utama
Fatimah menyebut kesehatan siswa sebagai pertimbangan penting dalam menentukan metode pembelajaran. Meski kegiatan tatap muka dihentikan sementara, proses pendidikan tetap harus berjalan.
"Jadwal PJJ ini dapat berubah, baik diperpanjang maupun diperpendek, sesuai kondisi dan kebijakan pemerintah daerah," kata Fatimah.
Selama PJJ, guru menyampaikan materi dan tugas melalui media daring yang tersedia. Siswa tetap bertanggung jawab mengikuti jadwal dan menyelesaikan kegiatan belajar dari rumah.
Guru Diminta Terus Pantau Siswa Selama Belajar dari Rumah
Pendampingan guru tidak berhenti saat kelas berpindah ke daring. Materi perlu disampaikan secara terarah sesuai jadwal, sementara siswa diharapkan hadir dalam kegiatan daring dan memberi respons ketika guru melakukan pemantauan.
Jika siswa mengalami kendala akses atau kesulitan memahami materi, mereka dapat langsung menghubungi guru untuk meminta penjelasan. Dukungan keluarga juga diperlukan agar rutinitas belajar dari rumah tetap terjaga.
Madrasah meminta siswa dan orang tua menunggu pengumuman resmi sebelum mengubah rencana kegiatan. Informasi dari pihak berwenang soal kualitas udara juga perlu dipantau, terutama bila muncul keluhan kesehatan.
Jadwal Masih Terbuka untuk Evaluasi
MAN 1 Muaro Jambi akan mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah daerah terkait PJJ. Jika kondisi udara membaik dan ada arahan kembali ke pembelajaran tatap muka, jadwal dapat disesuaikan.
Sebaliknya, bila kabut asap belum mereda, perpanjangan PJJ menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah. Fatimah berharap siswa tetap disiplin mengikuti kegiatan belajar meski tidak hadir langsung di madrasah, dan guru terus memberikan pendampingan agar tidak ada materi yang tertinggal.