JAMBI — Setelah sempat tertunda akibat lonjakan pengguna yang melampaui kapasitas server saat debut di Jepang, RyzaChat: AI akhirnya membuka akses untuk pasar global. Indonesia masuk dalam empat negara pertama yang kebagian, bersama Amerika Serikat, India, dan Taiwan.
Langkah ini menegaskan ambisi SpiralAI memperluas basis pengguna franchise Atelier yang selama ini identik dengan kalangan JRPG niche. Koei Tecmo sebagai pemegang IP mendukung penuh ekspansi tersebut.
Apa Itu RyzaChat: AI
RyzaChat: AI adalah aplikasi companion yang menggabungkan elemen game RPG dengan interaksi berbasis AI. Pengguna bisa berinteraksi langsung dengan karakter Ryza dalam format quest yang dirancang tak berkesudahan.
Berbeda dari game Atelier konvensional yang berfokus pada crafting dan eksplorasi, aplikasi ini menempatkan percakapan sebagai inti pengalaman. Model bisnisnya pun mengikuti pola layanan AI modern: langganan plus token percakapan.
Bahasa dan Wilayah yang Didukung
Peluncuran kali ini membawa dukungan lima bahasa sekaligus: Inggris, Indonesia, Brazilian Portugis, Hindi, dan Traditional Chinese. Nama Indonesia masuk sebagai salah satu bahasa resmi sejak awal, bukan tambahan belakangan.
SpiralAI menyebut ekspansi ini baru tahap awal. Rencana ke lebih banyak region sudah disiapkan, meski belum ada jadwal spesifik yang diumumkan.
Skema Langganan dan Token
Pengguna baru mendapat masa uji coba penuh selama tiga hari. Setelah periode itu berakhir, akses berlanjut lewat langganan tahunan sekitar Rp 700 ribu atau bulanan di kisaran Rp 100 ribu.
Setiap langganan menyertakan sejumlah token yang dipakai untuk memicu percakapan dengan Ryza. Token ini berfungsi sebagai pembatas sekaligus monetisasi tambahan di luar biaya berlangganan.
Selain langganan, SpiralAI mulai menjual beragam kostum untuk karakter Ryza. Item kosmetik ini menjadi jalur pendapatan kedua yang menyasar penggemar berat franchise.
Platform dan Ketersediaan
RyzaChat: AI sudah bisa diunduh untuk perangkat Android dan iOS. Tidak ada informasi soal versi web atau platform lain dalam pengumuman ini.
Penundaan yang sempat terjadi di Jepang menjadi catatan tersendiri. SpiralAI tampaknya memastikan kapasitas server lebih siap sebelum membuka akses ke empat pasar baru sekaligus.
Bagi pengguna Indonesia yang penasaran, tiga hari pertama cukup untuk menguji apakah pola interaksi berbasis token ini cocok dengan kebiasaan bermain mereka. Setelah itu, keputusan berlangganan ada di tangan masing-masing.