Pencarian

Prancis Hapus Peta Mercator, Ukuran Benua Kini Lebih Akurat

Rabu, 09 September 2026 • 20:35:01 WIB
Prancis Hapus Peta Mercator, Ukuran Benua Kini Lebih Akurat
Peta dunia proyeksi Eckert IV kini digunakan dalam publikasi resmi Kementerian Luar Negeri Prancis untuk menggantikan proyeksi Mercator.

JAMBI — Peta dunia yang selama ini kita lihat di dinding kelas atau buku atlas ternyata tidak menggambarkan ukuran benua secara proporsional. Proyeksi Mercator, yang diciptakan navigator Barat abad ke-16, secara visual memperbesar wilayah kutub dan mengecilkan kawasan khatulistiwa. Akibatnya, Afrika tampak menyusut sementara Greenland dan Rusia utara seolah membentang tanpa batas.

Prancis menjadi negara besar pertama yang secara resmi mengoreksi distorsi ini. Kementerian Luar Negeri setempat mulai menghapus penggunaan Mercator secara bertahap sejak 2021 dan kini resmi beralih ke proyeksi Eckert IV di seluruh situs diplomasi publiknya.

Mengapa Ukuran Prancis Justru Mengecil?

Proyeksi Eckert IV yang diadopsi Prancis memang dirancang untuk merepresentasikan luas daratan secara lebih jujur. Konsekuensinya, negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia—yang selama ini tampak dominan di peta Mercator—akan terlihat lebih kecil dibanding negara di sekitar ekuator.

Menteri Luar Negeri Jean Noel Barrot menegaskan perubahan ini bukan sekadar urusan estetika visual, melainkan koreksi cara pandang geopolitik. "Peta tak pernah sepenuhnya netral. Wilayah yang kita lihat di sana tak sesuai luas aslinya. Amerika Serikat, Rusia, dan China mengambil porsi visual tidak proporsional dibanding Afrika, Amerika Latin, atau Asia Tenggara," ujarnya.

Keputusan PBB dan Sikap Amerika Serikat

Langkah Prancis bertepatan dengan resolusi Majelis Umum PBB berjudul Correcting the map yang disponsori Togo. Resolusi tidak mengikat ini mendorong pemerintah, institusi pendidikan, dan perusahaan teknologi memakai proyeksi Equal Earth—model yang diciptakan 2018 dengan akurasi proporsi benua lebih baik.

Resolusi tersebut mendapat dukungan 164 negara anggota. Uni Afrika bahkan telah mengadopsi Equal Earth sejak Maret. Hanya Amerika Serikat yang menolak dan mengecamnya sebagai proyek ideologis radikal. Estonia, Georgia, Lithuania, Moldova, Serbia, dan Ukraina memilih abstain.

Eckert IV vs Equal Earth: Apa Bedanya?

Prancis memang tidak memakai Equal Earth yang direkomendasikan PBB, melainkan Eckert IV yang diciptakan 1906. Kedua proyeksi ini sama-sama akurat dalam merepresentasikan ukuran benua, namun sedikit berbeda dalam menggambarkan lekukan dan bentuk daratan.

PBB menekankan resolusinya tidak melarang penggunaan Mercator atau memaksakan satu standar peta tunggal. Google Maps dan platform digital lain hingga kini masih memakai varian proyeksi Mercator untuk fungsi navigasi.

Bagaimana dengan Peta di Sekolah?

Transisi ini belum menyentuh ruang kelas. Gregory, guru sejarah dan geografi di Rennes, mengatakan mayoritas peta dunia di sekolah Prancis masih memakai Mercator. "Anda bisa temukan proyeksi Eckert atau Peters di beberapa buku pelajaran, tapi sangat langka," ungkapnya.

Para diplomat Prancis juga mengakui Mercator tetap relevan untuk penggunaan terbatas, seperti peta regional di sekitar khatulistiwa dan navigasi maritim. Namun untuk dokumen resmi dan publikasi kementerian, era Mercator di Prancis telah berakhir.

Follow www.katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks