JAMBI — Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mematok target tiga medali dalam ajang Asian Games 2026. Dari jumlah itu, dua medali diharapkan lahir dari nomor speed putra dan putri, sedangkan satu medali tambahan dibidik dari nomor lead.
"Saya target tiga medali dari speed dua, putra-putri pastinya. Lalu kemudian untuk lead targetnya satu," kata Yenny usai pengukuhan Kontingen Indonesia di Jakarta, Rabu (9/9).
Speed Jadi Andalan Utama dengan Wajah-Wajah Lama
Untuk nomor speed putra, Indonesia mengandalkan Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahria. Keduanya merupakan pilar yang sudah malang melintang di kancah internasional. Sementara di sektor putri, ada Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi Surya Kusuma yang siap mempertahankan reputasi.
Keempat nama tersebut diharapkan mampu bersaing dengan pendaki-pendaki tercepat Asia, mengingat nomor speed memang menjadi spesialisasi yang paling matang bagi Indonesia.
Nomor Lead dan Boulder: Penjajakan Tanpa Beban
Berbeda dengan speed, Yenny memilih tidak membebani atlet nomor lead dan boulder. Skuad lead putra diisi Putra Tri Ramadani dan Raviandi Ramadhan, sedangkan lead putri dipercayakan kepada Alma Ariella Tsany dan Sukma Lintang Cahyani. Untuk boulder putra, Ravianto Ramadhan turun bersama Raviandi Ramadhan yang merangkap dua nomor.
"Pesan saya hanya satu, bertandinglah dengan hati gembira tanpa beban," ujar Yenny.
Keputusan ini diambil karena Asian Games 2026 menjadi edisi pertama yang memisahkan nomor panjat tebing secara penuh menjadi speed, lead, dan boulder. Sebelumnya, kategori yang dipertandingkan adalah speed, speed relay, serta kombinasi lead-boulder.
Simulasi Olimpiade untuk Petakan Pesaing
Yenny menilai Asian Games kali ini bukan sekadar ajang medali, melainkan juga simulasi penting menuju Olimpiade. Ia ingin para atlet memanfaatkan kompetisi ini untuk memetakan kekuatan lawan-lawannya di level tertinggi.
"Asian Games ini rasanya sudah setengah Olimpiade. Karena bisa kita lihat pesaing ketat di level dunia banyak berasal dari negara-negara Asia," ucapnya.
Dengan persaingan yang diprediksi berlangsung ketat, persiapan matang dan mental kuat menjadi kunci bagi tim panjat tebing Indonesia untuk mewujudkan target tiga medali tersebut.