JAMBI — Wali Kota Jambi Maulana menyatakan penguatan ekosistem ramah anak menjadi komitmen pemerintah daerah yang diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini mengemuka dalam peringatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Jambi yang mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan".
Maulana menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pengasuhan yang hangat dari orang tua menjadi fondasi tumbuh kembang anak sebelum mereka bersosialisasi di ruang publik.
Program Parenting dan Sekolah Ramah Anak
Pemkot Jambi terus menguatkan program parenting agar para orang tua mampu menciptakan suasana rumah tangga yang hangat, penuh kasih sayang, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Program ini menyasar orang tua muda yang menghadapi tantangan pengasuhan di era digital.
"Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak," kata Maulana di Jambi, Jumat.
Selain penguatan peran keluarga, pemerintah kota setempat juga mengembangkan program Sekolah Ramah Anak, Puskesmas Ramah Anak, dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pemenuhan hak anak. Program-program tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar dan layanan kesehatan yang aman serta nyaman bagi setiap anak.
Kampung Bahagia dan Ruang Terbuka Publik
Pemkot Jambi mengoptimalkan Program Kampung Bahagia untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung aktivitas anak. Melalui program ini, pemerintah mendorong partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan permukiman yang layak bagi tumbuh kembang anak.
Maulana juga menyebut pemerintah terus membangun dan menata ruang terbuka, termasuk kawasan Bancuran Budayo dan sejumlah fasilitas publik, agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang ramah anak. Fasilitas ini menjadi tempat alternatif bagi keluarga untuk beraktivitas di luar rumah.
Tantangan Pengasuhan di Era Digital
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menghadirkan tantangan baru bagi orang tua muda dalam mengasuh anak. Kesibukan bekerja, tekanan ekonomi, dan keterbatasan ruang di kawasan permukiman membutuhkan dukungan antarkeluarga dan lingkungan agar pengasuhan anak berjalan lebih optimal.
Menurut Maulana, saat ini mulai tumbuh komunitas ayah dan ibu muda di berbagai kawasan perumahan yang saling berbagi pengalaman dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Sinergi keluarga, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun Kota Jambi yang ramah anak.
"Kebahagiaan anak harus menjadi prioritas," kata Maulana.