MUARO JAMBI — Puluhan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi mengikuti proses belajar mengajar Program Pendidikan Kesetaraan Paket C yang digelar di Aula Pusat Pendidikan lapas setempat. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan memenuhi hak pendidikan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi yang sempat tertunda.
Proses pembelajaran berlangsung interaktif. Materi yang disampaikan mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan nasional, mencakup diskusi dan pengerjaan tugas sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta didik.
Hak Pendidikan yang Tidak Terputus
Program Paket C ini menjadi salah satu wujud nyata pemenuhan hak dasar warga binaan di bidang pendidikan. Meski tengah menjalani masa pidana, akses untuk menimba ilmu tetap terbuka lebar.
Kegiatan belajar mengajar ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan. Lebih dari itu, bekal akademik tersebut dinilai penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial setelah mereka selesai menjalani masa hukuman.
Bekal Kembali ke Masyarakat
Pendidikan kesetaraan menjadi salah satu instrumen kunci dalam menyiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Dengan ijazah Paket C, peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja menjadi lebih terbuka.
Model pembinaan melalui pendidikan kesetaraan seperti ini memang banyak diterapkan di berbagai lapas di Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pada pembinaan dan penyiapan masa depan warga binaan.
Antusiasme terlihat dari para peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi selama sesi pembelajaran berlangsung. Suasana di dalam aula berubah menjadi ruang belajar yang hidup, jauh dari kesan kaku.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa hak untuk belajar tidak hilang meskipun seseorang sedang berhadapan dengan hukum. Pendidikan tetap menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.