BUNGO — Sekolah yang beralamat di Jalan Asahan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Pelepat Ilir, itu menyediakan empat rombongan belajar yang terbagi rata: 50 tempat untuk siswa laki-laki dalam dua kelas dan 50 tempat untuk siswa perempuan dalam dua kelas. Pimpinan Yayasan Ad-Dhuha, Dr. Mukhlisin, menyebut pembatasan kuota dilakukan menyesuaikan kapasitas sekolah.
Pendaftaran terbuka bagi warga Bungo yang ingin menyekolahkan anak di jenjang menengah pertama dengan basis pendidikan Islam terpadu. Selain SMP, SIT Ad-Dhuha juga membuka penerimaan untuk tingkat TK IT, SD IT, dan SMA IT pada tahun ajaran yang sama.
Calon peserta didik bisa memilih pendidikan berasrama atau mondok, maupun program full day school yang memungkinkan siswa pulang ke rumah setelah kegiatan belajar selesai. Orang tua diberi keleluasaan menentukan pilihan sesuai kondisi keluarga masing-masing.
Menurut Mukhlisin, keberadaan dua jalur itu memberi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan umum sekaligus pembinaan nilai keislaman. "Kami membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di SMP IT Ad-Dhuha. Ada dua pilihan pendidikan, yakni sistem asrama atau mondok dan full day school," ujarnya.
Fasilitas pembebasan biaya pendidikan diberikan khusus kepada anak yatim dan piatu. Untuk mengaksesnya, calon peserta didik perlu melengkapi dokumen pendukung berupa surat keterangan anak yatim dari pemerintah desa atau akta kematian orang tua.
Mukhlisin berharap program itu meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak yatim dan piatu tetap mendapat kesempatan menempuh pendidikan yang layak. "Khusus anak yatim dan piatu, kami memberikan pembebasan biaya pendidikan sebesar 100 persen dengan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan," katanya.
Masyarakat yang ingin mengetahui keterangan lebih lanjut soal pendaftaran dapat mendatangi langsung SIT Ad-Dhuha di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo. Pihak sekolah belum merinci jadwal penutupan pendaftaran maupun tahapan seleksi yang akan dilalui calon siswa.
Kuota 100 siswa untuk jenjang SMP berlaku pada penerimaan tahun ajaran 2026/2027. Jumlah itu terbagi sama banyak antara siswa laki-laki dan perempuan, masing-masing dua kelas.