Ukir Sejarah di Atap Sumatra, Bupati Monadi Pimpin 28 Pemuda Kumandangkan Sumpah Pemuda di Puncak Gunung Kerinci

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:19:24 WIB

KERINCI – Semangat persatuan dan nasionalisme dikumandangkan dari salah satu titik tertinggi di Indonesia. Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., memimpin pembacaan Teks Sumpah Pemuda bersama 28 pemuda di puncak Gunung Kerinci, pada ketinggian sekitar 3.805 meter di atas permukaan laut (MDPL), dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang memadukan semangat perjuangan, kecintaan terhadap Tanah Air, serta ketangguhan generasi muda. Di tengah tantangan alam pegunungan, ikrar persatuan bangsa kembali digaungkan sebagai pesan bahwa nasionalisme tidak mengenal batas tempat maupun keadaan.

Dari puncak tertinggi di Pulau Sumatra tersebut, Monadi bersama para peserta menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, yakni persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.

Sebanyak 28 pemuda yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai unsur, di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik negara (BUMN), serta Komunitas Trekking Indrapura.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam menjaga semangat kebangsaan. Pendakian menuju puncak bukan hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga simbol perjuangan yang membutuhkan disiplin, kekompakan, dan tekad kuat.

Nasionalisme dari Puncak Gunung Kerinci

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, kegiatan ini membawa pesan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Semangat patriotik diperlukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air. Kegigihan menjadi modal menghadapi berbagai tantangan zaman, sementara empati menjadi landasan untuk membangun kepedulian sosial dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.

Momentum peringatan Sumpah Pemuda ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi muda tidak berhenti pada seremoni atau pengucapan ikrar. Nilai-nilai persatuan harus diwujudkan melalui karya, prestasi, kepedulian terhadap masyarakat, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan Indonesia.

Bagi Kabupaten Kerinci, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Gunung Kerinci bukan hanya sebagai destinasi pendakian dan kekayaan alam, tetapi juga sebagai ruang untuk menyuarakan pesan persatuan dan kebangsaan.

Dari Kerinci, Semangat Persatuan untuk Indonesia

Pembacaan Sumpah Pemuda di puncak Gunung Kerinci menghadirkan pesan kuat bahwa semangat kebangsaan dapat tumbuh dan digaungkan dari mana saja, termasuk dari kawasan pegunungan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci dan Provinsi Jambi.

Di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda, nilai persatuan, gotong royong, dan cinta Tanah Air tetap relevan sebagai fondasi membangun bangsa yang tangguh dan berdaya saing.

Dari ketinggian 3.805 MDPL, ikrar itu kembali mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk melangkah bersama.

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia.

Reporter: Redaksi
Back to top