OJK Jambi Gelar Jambi Financial Fest 2026, Kejar Selisih 1,61 Poin Inklusi Keuangan Nasional

Penulis: Hamzah Effendi  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:47:01 WIB
Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menyampaikan sambutan dalam pembukaan Jambi Financial Fest 2026.

JAMBI — Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menyatakan kolaborasi dengan industri keuangan dan pemerintah daerah menjadi kunci menutup selisih capaian itu sebelum 2029. Jambi Financial Fest dirancang sebagai ajang perluasan akses masyarakat ke layanan keuangan formal, bukan sekadar seremonial.

Ratusan tamu hadir dalam kegiatan bertajuk Bulan Inklusi Keuangan Provinsi Jambi 2026 tersebut. Peserta mencakup perbankan, industri keuangan, akademisi, mahasiswa, hingga pelajar di Provinsi Jambi.

Selisih 1,61 Poin Persentase dari Indeks Nasional

Indeks inklusi keuangan Provinsi Jambi tercatat 92,00 persen. Indeks nasional berada di 93,61 persen, sehingga masih ada jarak 1,61 poin persentase yang harus dikejar.

"Artinya ada 1 peraen target yang harus kita capai untuk mencapai target nasional hingga 2029. Untuk mencapai target ini, tentunya kita harus bekerjasama seluruh stake holder termasuk media agar bisa mendorong inklusi keuangan bisa meningkat dan mencapai target bahkan kalau bisa sebelum 2029," ujar Yan usai acara.

Ia menegaskan OJK bersama industri keuangan dan pemerintah daerah berupaya meningkatkan indeks literasi dan inklusi di wilayah itu melalui rangkaian kegiatan Jambi Financial Fest.

IKAD 2025: Kota Jambi Tertinggi 6,75, Tanjung Jabung Timur Terendah 3,78

OJK juga memaparkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) 2025 untuk kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Dua kota masuk kategori unggul, sementara sembilan kabupaten berada pada kategori hampir unggul.

Kota Jambi mencatat nilai tertinggi 6,75, disusul Kota Sungai Penuh 4,65. Dari wilayah kabupaten, Bungo mencatat 4,44, Kerinci 4,38, Batang Hari 4,28, Merangin 4,25, Sarolangun 4,23, Muaro Jambi 4,22, Tebo 4,09, Tanjung Jabung Barat 3,98, dan Tanjung Jabung Timur 3,78.

Sebaran nilai itu menunjukkan perbedaan tingkat akses dan pemanfaatan layanan keuangan antardaerah. Kesenjangan antara Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur mencapai hampir tiga poin.

Perluasan Akses Jadi Prioritas Hingga 2029

Bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor jasa keuangan, capaian IKAD menjadi dasar memperkuat literasi serta inklusi keuangan masyarakat. Yan menyebut perluasan akses terhadap layanan perbankan, pembiayaan, dan produk keuangan formal perlu menjangkau lebih banyak wilayah.

"Perluasan akses terhadap layanan perbankan, pembiayaan, dan produk keuangan formal diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke berbagai wilayah," bebernya.

OJK Provinsi Jambi menargetkan pengejaran selisih indeks tidak hanya bertumpu pada sosialisasi, tetapi juga pada pendampingan dan keterlibatan media sebagai saluran informasi ke warga di kabupaten dengan nilai IKAD rendah.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top