JAMBI — Jakarta, 10 September 2026 — PT PLN (Persero) memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional lewat layanan digital di aplikasi PLN Mobile. Fitur terbaru bernama AntreEV ini dirancang agar pengguna SPKLU tidak lagi menebak-nebak berapa lama harus menunggu giliran pengisian daya.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyebut fitur ini sebagai jawaban atas perubahan perilaku pengguna kendaraan listrik yang makin besar. Menurut dia, penambahan infrastruktur saja tidak cukup tanpa layanan digital yang mendampingi.
"Seiring bertambahnya pengguna kendaraan listrik, kebutuhan terhadap layanan SPKLU yang mudah dan praktis juga semakin besar. Karena itu, PLN tidak hanya menambah infrastruktur, tetapi juga menghadirkan layanan digital yang membantu pelanggan mendapatkan kepastian saat akan mengisi daya," kata Gregorius dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Fitur ini memungkinkan pelanggan melihat kondisi antrean SPKLU sebelum menentukan lokasi pengisian daya. Setelah tiba di lokasi yang dipilih, pelanggan mengambil nomor antrean lewat aplikasi dan memantau estimasi waktu tunggu hingga giliran tiba.
Ada batas waktu yang perlu diperhatikan. Saat nomor antrean dipanggil, pelanggan wajib melakukan konfirmasi maksimal dalam dua menit. Jika lewat dari waktu itu, antrean otomatis dibatalkan dan pengguna harus mengulang dari awal.
PLN juga mengingatkan pengguna untuk memarkirkan kendaraan dengan rapi di area yang disediakan, memakai fasilitas SPKLU secara bijak, dan segera memindahkan kendaraan begitu proses pengisian daya selesai.
Bagi pengguna yang ingin mencoba, alurnya cukup singkat dan seluruhnya dilakukan lewat PLN Mobile:
PLN menyadari antrean di SPKLU bisa jadi titik gesekan antar pengguna, terutama di lokasi padat seperti pusat perbelanjaan dan rest area tol. Karena itu, perusahaan mengimbau pengguna mengikuti urutan antrean sesuai sistem yang berlaku.
"Kami mengajak seluruh pengguna untuk bersama-sama menjaga ketertiban di SPKLU. Dengan begitu, fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan setiap pengguna bisa mendapatkan pengalaman pengisian daya yang nyaman," ujar Gregorius.
Langkah PLN ini melengkapi upaya pemerintah mendorong adopsi kendaraan listrik nasional. Penambahan jumlah SPKLU di berbagai wilayah perlu diimbangi layanan digital yang membuat pengisian daya tidak lagi menyita waktu dan tenaga. Bagi pengguna kendaraan listrik, kepastian antrean jadi nilai jual tersendiri di tengah pertumbuhan jumlah kendaraan listrik yang belum sepenuhnya diikuti perluasan infrastruktur di semua daerah.