MERANGIN — Maraknya penawaran investasi dengan imbal hasil tidak wajar dan permainan judi dalam gawai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Merangin. Ahmad Khoiruddin AS yang akrab disapa Akhoi menegaskan bahwa kedua hal tersebut merupakan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi keluarga di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurut Akhoi, modus investasi bodong biasanya diiming-imingi keuntungan besar yang tidak masuk akal dalam tempo singkat, tanpa memiliki skema usaha yang jelas dan legal. Sementara itu, judi online kerap dikemas dengan tampilan menarik sehingga sulit dikenali, padahal dampaknya merusak kondisi keuangan dan keharmonisan rumah tangga.
Akhoi meminta warga untuk tidak mudah percaya pada tawaran yang disampaikan secara langsung maupun melalui kanal digital. Ia menekankan pentingnya verifikasi terhadap setiap bentuk penawaran yang menggiurkan sebelum memutuskan untuk menanamkan modal.
“Janganlah kita mudah tergoda dan percaya begitu saja pada rayuan manis, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui aplikasi pesan, media sosial, atau platform apapun,” tuturnya.
Sebagai langkah preventif, Kadiskominfo menyarankan agar masyarakat mengalokasikan dana yang dimiliki untuk kegiatan usaha yang riil, jelas, dan halal. Langkah ini dinilai lebih aman dibandingkan mengejar keuntungan spekulatif yang berisiko tinggi.
“Semoga seluruh masyarakat Merangin senantiasa terlindungi dan tidak ada yang tertipu oleh oknum-oknum yang menjanjikan keuntungan dengan cara instan, baik berkedok investasi bodong maupun lewat judi online. Mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama demi keselamatan dan kesejahteraan kita semua,” tutupnya.
Imbauan ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak pada pola konsumsi yang merugikan. Kewaspadaan kolektif dinilai penting untuk memutus rantai korban penipuan digital di Kabupaten Merangin.