JAMBI — Provinsi Jambi memiliki modal besar untuk mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, menyebutkan bahwa target APBD sebesar Rp7 triliun pada 2030 bukanlah sekadar angka, melainkan konsekuensi dari pengelolaan kekayaan alam yang berkeadilan.
Menurut Ivan, Jambi dianugerahi hamparan perkebunan sawit, potensi migas dan batu bara, sektor pertanian, perikanan, serta posisi geografis yang strategis. Semua itu harus diubah menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat, bukan hanya dinikmati segelintir pihak.
Salah satu proyek yang menjadi harapan besar adalah Pelabuhan Ujung Jabung yang berada di pesisir timur Jambi. Ivan Wirata menegaskan bahwa pelabuhan ini bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan pintu gerbang ekonomi Jambi ke pasar global.
Jika dikembangkan menjadi pelabuhan internasional yang terintegrasi dengan kawasan industri dan pusat logistik, Ujung Jabung dinilai mampu menarik investasi besar. Dampaknya, ribuan lapangan kerja baru akan terbuka, ekspor daerah menguat, dan pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata hingga ke pelosok.
Selain infrastruktur pelabuhan, Ivan Wirata juga mendorong percepatan sejumlah sumber pendapatan baru yang selama ini belum optimal. Berikut empat sektor yang ia soroti:
Ivan Wirata menekankan bahwa perjuangan meningkatkan kapasitas fiskal daerah bukanlah sekadar urusan mengejar angka APBD yang lebih besar. Setiap rupiah yang berhasil diperjuangkan harus bermuara pada kehidupan masyarakat yang lebih baik.
"Perjuangan fiskal hari ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak Jambi. Kita ingin jalan yang lebih baik, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang merata, serta lapangan kerja yang semakin terbuka bagi masyarakat," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari laman Bacaan Online Negeri Jambi.
Ia mengakui, kemajuan Jambi tidak bisa dibangun oleh pemerintah semata. Sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat, mutlak diperlukan untuk mewujudkan target tersebut.
"Yang kita perjuangkan bukan sekadar APBD Rp7 triliun. Yang kita perjuangkan adalah masa depan masyarakat Jambi yang lebih sejahtera, lebih maju, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk generasi yang akan datang," tegasnya.