JAMBI — Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara Wahyu Irawan mengatakan pertemuan dengan Jokowi berlangsung di kediaman pribadi mantan presiden di Solo, Jawa Tengah. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi kebangsaan yang tengah digalakkan organisasi tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Wahyu mengaku banyak menyerap pandangan Jokowi soal kepemimpinan dan tantangan kebangsaan ke depan. Mantan presiden dua periode itu menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika politik nasional.
"Pak Jokowi memberikan banyak pandangan tentang kepemimpinan dan tantangan kebangsaan ke depan. Beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat soliditas, dan menyiapkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat," kata Wahyu dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).
Setelah bertemu Jokowi, PB IKA BEM Nusantara dijadwalkan melanjutkan agenda konsolidasi dengan menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pertemuan itu direncanakan membahas peran strategis organisasi dalam mendukung program-program nasional, khususnya yang menyasar generasi muda.
Wahyu belum merinci poin-poin spesifik yang akan dibahas dengan Wapres Gibran. Namun, ia mengisyaratkan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat jejaring dan kontribusi nyata alumni BEM di tingkat pusat.
Rangkaian pertemuan dengan dua tokoh nasional ini, menurut Wahyu, bukan sekadar silaturahmi biasa. PB IKA BEM Nusantara ingin memastikan bahwa suara dan aspirasi mahasiswa serta alumni tetap didengar di lingkaran kekuasaan tertinggi.
"Kami ingin organisasi ini menjadi jembatan antara generasi muda dan pemerintah. Masukan dari Pak Jokowi dan nanti dari Pak Wapres akan menjadi pegangan kami dalam merumuskan program kerja ke depan," ujarnya.
IKA BEM Nusantara merupakan wadah bagi para mantan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Organisasi ini kerap menyuarakan isu-isu kebangsaan dan kebijakan publik sejak era reformasi.