Pemain Organ Tunggal di Blora Dikeroyok saat Tasyakuran Ulang Tahun, Pelaku Diduga dalam Pengaruh Miras

Penulis: Hamzah Effendi  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:05:01 WIB
Keributan terjadi saat tasyakuran ulang tahun di Blora, menyebabkan pemain organ tunggal terluka.

JAMBI — Keributan pecah sekitar pukul 23.00 WIB di Dukuh Sukorame, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan. Acara yang digelar warga bernama Joni itu berlangsung kondusif sejak pukul 20.00 WIB dengan sekitar 40 tamu undangan. Situasi berubah ketika lagu terakhir dibawakan dan beberapa orang naik ke panggung untuk berjoget.

Kronologi: Senggolan Keyboard Berujung Luka di Kepala

Menurut Asyik, masalah bermula saat seorang pria dalam kondisi mabuk naik ke panggung usai menyumbangkan lagu. Saat berjoget, pria itu menyenggol keyboard yang dimainkan Asyik hingga hampir terjatuh. “Keyboard saya kesenggol orang mabuk habis nyumbang lagu. Keyboard-nya hampir jatuh sampai miring. Langsung saya bilangin maksudnya suruh hati-hati,” ujarnya.

Asyik mengaku hanya ingin memeriksa dan membetulkan alat musiknya. Namun, tuan rumah, Joni, naik ke panggung dan diduga salah paham. “Saya cek dulu keyboard saya, kalau bisa kan saya benerin dulu. Mungkin dari pihak yang punya rumah berpikiran mau saya berhentikan. Langsung emosi,” kata Asyik. Perselisihan verbal berubah menjadi aksi saling dorong hingga pengeroyokan yang melibatkan beberapa orang.

Viral di Media Sosial, Korban Alami Memar dan Luka Berdarah

Momen keributan itu direkam oleh salah satu penyanyi dan beredar luas di media sosial. Video berdurasi singkat memperlihatkan aksi saling dorong di atas panggung yang langsung memantik perhatian publik. Akibat kejadian tersebut, Asyik mengalami luka-luka. “Saya luka memar-memar di atas alis mata sama hidung. Tadi malam keluar darah. Terus luka di kepala atas ada sekitar tiga titik,” ungkapnya.

Polisi mencatat adanya dugaan konsumsi minuman keras oleh pihak penyelenggara bersama teman-temannya sebagai salah satu faktor pemicu keributan. Meski sempat dimediasi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lokasi, Asyik memilih menempuh jalur hukum. Malam itu juga, ia mendatangi SPKT Polsek Tunjungan untuk membuat pengaduan dan menjalani visum. “Harapannya saya sebagai korban, pelaku diberikan efek jera,” tegasnya.

Polisi Selidiki, Komunitas Seniman Blora Bergerak

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, membenarkan pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Ia mengaku masih berkoordinasi dengan jajaran Polsek Tunjungan untuk mengamankan para pelaku. “Ini baru cek mas, di lidik lokasi di wilayah Polsek Tunjungan,” ujarnya singkat.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Sedulur Seniman Blora (SSB). Ketua SSB Budi Santosa telah menemui korban dan berencana melakukan konsolidasi internal. “Korban sudah saya temui dan kita menunggu proses selanjutnya. Sekarang korban baru diperiksa dan dimintai keterangan Polsek. Kita nunggu bagaimana kelanjutannya,” ujar Budi. Ia memastikan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan semua ketua komunitas seniman di Blora untuk menentukan langkah organisasi selanjutnya.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top