Etsy resmi meluncurkan versi beta aplikasinya di ekosistem ChatGPT guna memperdalam pemahaman terhadap perilaku pencarian percakapan konsumen secara global. Langkah strategis ini menyusul kegagalan fitur transaksi instan tahun lalu. Integrasi terbaru tersebut kini menjadi fondasi utama bagi Etsy untuk mengembangkan asisten belanja bertenaga kecerdasan buatan secara mandiri.
Etsy kembali menjajal peruntungan di ranah AI generatif lewat peluncuran aplikasi beta dalam ekosistem ChatGPT. Pengguna kini cukup memanggil akun @Etsy di kolom percakapan untuk mencari kerajinan tangan unik secara instan. Langkah ini menandai pergeseran fokus perusahaan dari sekadar mengejar transaksi menjadi pengumpulan data perilaku belanja.
Chief Product and Technology Officer Etsy, Rafe Colburn, menyebut aplikasi ini menawarkan pandangan mendalam bagi pembeli saat nuansa pencarian menjadi krusial. "Aplikasi Etsy di ChatGPT siap memberi wawasan lebih awal tentang momen relevansi Etsy dalam perjalanan pembeli," tulis Colburn dalam blog resminya. Perusahaan ingin membedah kapan dan mengapa konsumen memilih pencarian berbasis percakapan.
Dalam praktiknya, aplikasi ini mampu memproses perintah spesifik, seperti mencari rumah burung buatan tangan di bawah $50 (sekitar Rp800.000). ChatGPT akan menyodorkan lima daftar produk lengkap dengan harga, rating, hingga status ongkos kirim. Tersedia pula tombol filter otomatis untuk menyaring hasil berdasarkan kategori kustom atau promosi pengiriman.
Kendati praktis, fungsionalitas di ChatGPT belum menyamai situs resmi Etsy. Terdapat sejumlah perbedaan mencolok dalam interaksi fitur tersebut:
Langkah Etsy kembali ke pelukan OpenAI tergolong berani. September tahun lalu, Etsy menjadi mitra perdana yang mengadopsi fitur Instant Checkout dari ChatGPT. Namun, fitur pembelian langsung tersebut ditarik hanya dalam enam bulan karena performa yang mengecewakan.
Juru bicara Etsy mengakui integrasi lama memang mendongkrak trafik rujukan, namun gagal mencetak volume penjualan signifikan. Kegagalan itu menjadi pelajaran berharga bagi manajemen. Konversi penjualan di platform AI pihak ketiga ternyata jauh lebih sulit daripada perkiraan semula.
Etsy kini menanggalkan indikator penjualan langsung sebagai ukuran keberhasilan utama di ChatGPT. Fokus mereka sepenuhnya beralih ke riset dan pengembangan produk internal. Perusahaan tengah menyiapkan "Gifting Assistant" bertenaga AI untuk diimplementasikan langsung pada platform mereka.
Data interaksi dari ChatGPT akan menjadi bahan bakar untuk menyempurnakan algoritma rekomendasi hadiah milik perusahaan. Strategi ini memosisikan ChatGPT sebagai laboratorium eksperimen sebelum Etsy merilis fitur serupa bagi jutaan penggunanya. Perusahaan ingin memastikan psikologi belanja berbasis percakapan benar-benar matang sebelum peluncuran penuh.