RI 100% Impor Semikonduktor, Mendiktisaintek Dorong Peruri Bangun Industri Chip

Penulis: Syafruddin Amir  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:21:32 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan keterangan dalam Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta, Rabu.

JAMBI — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan seluruh kebutuhan semikonduktor dalam negeri masih dipenuhi impor. Indonesia pun tertinggal jauh dari Malaysia yang lebih dulu membangun industri chip, dan kini Peruri diminta jadi motor pengembangan teknologi tinggi nasional.

Brian menyampaikan hal itu dalam acara Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta, Rabu. Menurutnya, ketergantungan pada pasokan luar negeri membuat posisi Indonesia tertinggal dibanding negara tetangga yang sudah memiliki ekosistem produksi chip sendiri.

"Sampai sekarang mungkin 100% semikonduktor kita masih impor semua. Jadi memang kita masih tertinggal, suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus berlari. Bukannya tidak mungkin, karena negara tetangga kita Malaysia saja sudah bisa," ujar Brian.

Kebijakan e-KTP Malaysia Jadi Pemicu Industri Chip

Brian menilai kemajuan industri semikonduktor Malaysia tidak lepas dari kebijakan penggunaan chip pada kartu identitas elektronik. Kebijakan itu memaksa negara tersebut membangun kapasitas produksi dalam negeri, bukan sekadar mengimpor komponen jadi.

Malaysia dengan penduduk sekitar 28 juta mampu membangun industri semikonduktor dan industri chip dari nol. Indonesia yang jumlah penduduknya mencapai 287 juta justru belum memiliki industri serupa, meski program e-KTP sudah berjalan sejak lama.

"Malaysia itu salah satu pendongkrak majunya industri semikonduktor sebenarnya adalah kebijakan e-KTP. Gegera e-KTP, karena penduduknya hanya 28 juta ya, kita 287 juta. Mereka membangun industri semikonduktor, industri chip. Nah mestinya kita e-KTP-nya sudah, tapi industri yang masih ketinggalan," kata Brian.

Peruri Diminta Jadi Motor Industri Teknologi Tinggi

Dalam forum yang sama, Brian menempatkan Perum Peruri sebagai pihak yang diharapkan mendorong lahirnya industri-industri berteknologi maju. Peruri selama ini dikenal sebagai percetakan uang negara, namun disebut punya kapasitas untuk masuk ke lini teknologi yang lebih kompleks.

"Nah ini PR buat Pak Dirut Peruri bersama seluruh jajaran. Mari kita dorong, lahirnya industri-industri berteknologi maju," ujarnya.

Dorongan itu sejalan dengan agenda memperkuat kemandirian dan kedaulatan teknologi nasional. Brian berharap Peruri bersama pemangku kepentingan lain bisa membangun fondasi industri semikonduktor dalam negeri, bukan hanya menjadi pengguna akhir komponen impor.

Jarak Indonesia-Malaysia di Sektor Semikonduktor

Semikonduktor menjadi komponen kunci bagi perangkat elektronik, kendaraan, hingga sistem pembayaran digital. Negara yang menguasai produksinya punya posisi tawar lebih kuat dalam rantai pasok global, sekaligus menekan biaya impor komponen.

Malaysia telah lebih dulu masuk ke rantai produksi itu, sebagian lewat investasi perusahaan chip global yang membangun fasilitas perakitan dan pengujian di sana. Indonesia masih tertinggal pada tahap riset, sumber daya manusia teknis, dan fasilitas produksi.

Pernyataan Brian menambah daftar sorotan atas kesiapan Indonesia masuk ke industri bernilai tambah tinggi. Sebelumnya, sejumlah kalangan menyoroti kebutuhan talenta teknik dan insentif fiskal agar perusahaan chip mau menanamkan modal di dalam negeri.

Apa Artinya bagi Pelaku Industri dan Investor

Bagi pelaku usaha di sektor elektronika dan manufaktur, wacana ini membuka peluang kemitraan dengan Peruri dan lembaga riset di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Rantai pasok komponen bisa bergeser jika produksi lokal benar-benar dimulai.

Investor yang memantau sektor teknologi perlu mencermati tindak lanjut konkret dari wacana ini, mulai dari studi kelayakan, skema pendanaan, hingga kerja sama dengan pemain semikonduktor global. Tanpa realisasi investasi, pernyataan tersebut masih berhenti sebagai arahan kebijakan.

Peruri sendiri belum merinci rencana teknis pengembangan industri chip, termasuk lini produksi yang akan digarap dan besaran belanja modal yang disiapkan. Arah kebijakan ini akan diuji lewat anggaran dan kerja sama yang menyusul setelah forum tersebut.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top