JAMBI — Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menilai pengurangan poin akibat kerusuhan suporter bukan konsekuensi otomatis dalam aturan FIFA. Menurut Shin, sanksi pengurangan poin baru relevan jika ada pelanggaran lain seperti manipulasi pertandingan. Pernyataan itu muncul setelah isu pengurangan poin kembali mencuat usai kerusuhan suporter dalam laga kontra Persita Tangerang.
Shin menegaskan bahwa pengurangan poin akibat kerusuhan suporter bukanlah sesuatu yang otomatis terjadi berdasarkan aturan FIFA. Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, sanksi pengurangan poin baru bisa berlaku jika terdapat pelanggaran lain, seperti manipulasi pertandingan.
Di sisi lain, Shin menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang telah datang langsung ke stadion untuk mendukung Persija. Dukungan langsung dari tribun dinilai tetap berarti bagi Macan Kemayoran.
Namun, ia berharap insiden kerusuhan serupa tidak terulang. Sebab, pada akhirnya suporter juga bisa dirugikan oleh dampak dari tindakan tersebut.
Shin ingin semua pihak bersikap fair dan menjadikan stadion sebagai tempat untuk menikmati pertandingan serta memberikan dukungan kepada Persija. Pesan itu disampaikannya di tengah polemik yang tengah menjadi perhatian Jakmania.
Pernyataan lengkap Shin Tae-yong soal isu pengurangan poin dan kerusuhan suporter dalam laga kontra Persita Tangerang menjadi sorotan tersendiri bagi pendukung Persija.