JAMBI — Polytron menetapkan harga Fox 350 mulai Rp 17 juta untuk skema sewa baterai per 21 Oktober 2026, sementara beli putus motor plus baterai dibanderol Rp 28,8 juta hingga Rp 29,8 juta OTR tergantung wilayah. Angka ini naik dari harga peluncuran November 2025 yang masih Rp 15,5 juta untuk Jadetabek. Selisih Rp 12 juta antara dua skema jadi pertanyaan utama: sewa atau beli putus yang lebih masuk akal?
Kenaikan harga Fox 350 terlihat jelas di situs resmi Polytron. Saat pertama diluncurkan November 2025, skema sewa baterai untuk Jadetabek dipatok Rp 15,5 juta. Kini angka yang sama menyentuh Rp 17 juta, dengan potongan 24 persen dari harga normal Rp 22,5 juta.
Harga berlabel on the road (OTR) itu berbeda antarwilayah. Untuk pembelian di Pulau Jawa, harga sudah termasuk biaya pengiriman ke alamat sesuai KTP. Pembeli di luar Pulau Jawa perlu menambahkan biaya kirim tersendiri.
Rincian Harga per Skema Pembelian
Polytron menjual Fox 350 lewat dua jalur yang konsekuensinya jauh berbeda. Pada skema sewa baterai, harga Rp 17 juta hanya mencakup unit motor. Baterai disewa terpisah lewat Paket Unlimited Rp 200 ribu per bulan.
Skema beli putus membawa pulang motor sekaligus baterainya, dengan banderol Rp 28,8 juta sampai Rp 29,8 juta. Garansi baterai untuk jalur ini berlaku 3 tahun, sedangkan skema sewa mendapat garansi seumur hidup selama masa berlangganan aktif.
- Sewa baterai: Rp 17 juta (unit motor saja) + Rp 200 ribu per bulan
- Beli putus: Rp 28,8 juta–Rp 29,8 juta (motor + baterai)
- Selisih harga awal di Jadetabek dan Banten: sekitar Rp 12 juta
- Garansi baterai: seumur hidup (sewa) vs 3 tahun (beli putus)
Hitung Cepat: Kapan Beli Putus Lebih Hemat
Selisih Rp 12 juta setara dengan 60 bulan atau lima tahun berlangganan bila tarif sewa tetap Rp 200 ribu per bulan. Artinya, pemakaian di atas lima tahun membuat skema beli putus berpotensi lebih murah.
Perhitungan itu murni simulasi dengan asumsi tarif tidak berubah. Kalau Polytron menaikkan harga sewa di tengah jalan, titik impasnya bergeser lebih cepat ke arah beli putus. Sebaliknya, pemakai yang jarang jalan atau berencana pindah motor dalam 2–3 tahun jelas lebih untung sewa.
Spesifikasi Fox 350: 130 Km, 3.000 W, 95 Km/Jam
Motor listrik ini mengandalkan tenaga 3.000 W dengan jarak tempuh maksimal 130 km dan kecepatan puncak 95 km/jam. Untuk pemakaian dalam kota, angka itu masuk akal sebagai kendaraan harian.
Yang perlu dicatat, jarak 130 km adalah klaim maksimal. Beban penumpang, tanjakan, dan kebiasaan memutar gas penuh akan memangkas angka itu di dunia nyata. Untuk komuter 20–30 km per hari, kapasitas ini masih menyisakan ruang pengisian dua sampai tiga hari sekali.
Promo Oktober 2026 dan Catatan Pembelian
Sepanjang Oktober 2026, Polytron menggelar subsidi hingga Rp 6 juta untuk Fox 200, Fox 350, dan Fox 500. Ada pula sewa baterai gratis 12 bulan. Keduanya berlaku sampai 31 Oktober 2026.
Beberapa hal administratif sebaiknya dicek sebelum checkout. Pembelian lewat situs Polytron mengikuti wilayah KTP, dan pesanan tidak bisa dibatalkan atau diganti warna setelah masuk. Dealer akan menghubungi pembeli bila unit atau warna pilihan kosong.
- Estimasi pengiriman tercantum 30 hari kerja
- Biaya pajak progresif atau perubahan pajak daerah dikonfirmasi dealer
- Pengiriman luar Pulau Jawa kena biaya tambahan
- Promo berakhir 31 Oktober 2026, konfirmasi ke dealer sebelum bayar
Harga Bekas Belum Jadi Patokan
Fox 350 baru dipasarkan sejak November 2025, jadi pasar bekasnya belum terbentuk. Iklan di marketplace per 21 Oktober 2026 masih didominasi unit tahun 2026 yang nyaris baru.
Kondisi itu membuat perbandingan harga berdasarkan tahun produksi belum memberi gambaran nilai jual. Selama patokan bekas belum jelas, harga unit baru plus promo berjalan tetap jadi acuan paling aman saat menawar.
Verdict: Cocok untuk Siapa
Fox 350 masuk akal bagi pengendara dalam kota yang ingin modal awal kecil dan tidak masalah dengan biaya bulanan. Skema sewa Rp 17 juta plus Rp 200 ribu per bulan terasa ringan di kantong.
Bagi yang mengejar kepemilikan penuh dan berencana memakai lebih dari lima tahun, beli putus Rp 28,8 juta–Rp 29,8 juta lebih rasional secara hitungan. Yang perlu diwaspadai: kenaikan harga dari Rp 15,5 juta ke Rp 17 juta dalam setahun menunjukkan biaya kepemilikan motor listrik belum sepenuhnya stabil.