JAMBI — Kepala Desa Mojosarirejo, Sukendah, mengajak orang tua membawa balita ke Posyandu secara rutin agar pertumbuhan anak terpantau dan risiko stunting bisa dicegah lebih awal. Lewat edukasi gizi bertema "Dari Asupan Tepat, Tumbuh Kembang Hebat", warga diajak memahami bahwa pemantauan berkala bukan sekadar formalitas bulanan.
Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, menjadi lokasi kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) RS Petrokimia Gresik Driyorejo bertema "Dari Asupan Tepat, Tumbuh Kembang Hebat" pada Selasa (20/10/2026). Acara tersebut bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-16 rumah sakit dengan tema "Building Impact, Growing Together".
Dalam kegiatan itu, Kepala Desa Mojosarirejo Sukendah menekankan bahwa edukasi kesehatan perlu berjalan terus-menerus, bukan hanya sekali acara. Menurutnya, menjaga tumbuh kembang anak butuh komitmen orang tua dalam pola pengasuhan dan pemenuhan gizi sehari-hari.
Mengapa Posyandu Jadi Kunci Pemantauan Anak
Sukendah secara khusus meminta orang tua rutin membawa balita ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pemantauan berkala memungkinkan indikasi gangguan pertumbuhan terdeteksi lebih cepat, sehingga orang tua bisa segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
"Anak adalah masa depan bangsa. Karena itu, saya berharap masyarakat memiliki komitmen untuk menjaga tumbuh kembang anak, salah satunya dengan rutin membawa balita ke Posyandu," pesan Sukendah dalam kegiatan tersebut.
Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting
Kesadaran keluarga disebut Sukendah sebagai faktor penting dalam upaya pencegahan stunting. Perhatian pada asupan gizi, kesehatan, dan perkembangan anak perlu dimulai sejak dini, dengan melibatkan orang tua, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar.
Edukasi lewat CSR dinilai memperluas pemahaman warga soal pentingnya menjaga kesehatan anak. Sukendah mengapresiasi keterlibatan RS Petrokimia Gresik Driyorejo yang menyertakan edukasi kesehatan dalam program sosialnya.
Kolaborasi Lintas Lembaga yang Dibutuhkan
Sukendah berharap kolaborasi rumah sakit, puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan begitu, program kesehatan di tingkat desa tidak berhenti pada momentum tertentu, tetapi mendorong perubahan perilaku warga secara berkelanjutan.
Ia juga mendoakan agar RS Petrokimia Gresik Driyorejo semakin maju dan memberi manfaat bagi warga sekitar. "Semoga RS Petrokimia Gresik Driyorejo semakin maju, semakin sukses, dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan CSR seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun," ujarnya.
Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah
Selain hadir di Posyandu, ibu bisa mencatat berat dan tinggi badan anak setiap bulan di Buku KIA agar tren pertumbuhannya terlihat jelas. Simpan catatan makanan harian dan pantau perkembangan motorik serta bicara sesuai usia.
Jika berat badan anak tidak naik dua bulan berturut-turut, anak tampak lemas, atau ada keterlambatan bicara dan gerak, segera konsultasikan ke puskesmas atau dokter anak. Deteksi cepat membuat penanganan lebih efektif.
Membawa balita ke Posyandu setiap bulan adalah langkah kecil dengan dampak besar. Dari catatan tumbuh kembang yang rapi, ibu bisa mengambil keputusan gizi dan pengasuhan yang lebih tepat untuk masa depan anak.