JAKARTA — Pemerintah pusat mulai memutar roda pengembangan industri perkapalan nasional. Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta jajaran perguruan tinggi untuk terlibat aktif dalam menyiapkan riset dan penguasaan teknologi yang dibutuhkan sektor ini.
Permintaan itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin. Ia mengatakan, arahan Presiden sangat jelas: industri kapal dalam negeri harus bangkit.
Kebutuhan Kapal RI Besar, Produksi Dalam Negeri Masih Tertinggal
"Hari ini Bapak Presiden meminta terkait dengan industri perkapalan Indonesia, kami diminta menyiapkan karena kebutuhan kapal Indonesia ini sebenarnya besar sekali," kata Brian.
Menurutnya, selama ini kebutuhan kapal — baik untuk angkutan penumpang, barang, maupun logistik — masih banyak dipasok dari luar. Padahal, Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan wilayah yang terhubung melalui laut dan sungai. Potensi pasar yang sangat besar ini, kata Brian, mestinya bisa dimanfaatkan oleh industri dalam negeri.
PT PAL Jadi Garda Depan, Kampus Diminta Jadi Otak Riset
Brian menjelaskan bahwa Kemendiktisaintek, perguruan tinggi, dan para guru besar akan bersinergi dengan PT PAL Indonesia. Kolaborasi ini tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan kapal secara mandiri, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru.
"Harapannya ke depan industri kapal kita tumbuh jadi kami, perguruan tinggi, diminta menyiapkan penguasaan teknologinya, riset-risetnya ke arah industri kapal kita," jelas Brian.
Ia menambahkan, langkah ini penting agar penelitian yang dilakukan kampus tidak berhenti di jurnal, tetapi benar-benar membantu PT PAL dan sektor perkapalan nasional untuk bangkit. "Itu market yang sangat besar, mestinya industri kita tumbuh. Ini kita ingin agar penelitian-penelitian juga membantu PT PAL supaya industri sektor perkapalan kita bangkit," ujarnya.
Target Spesifik Belum Dibahas, Fokus Saat Ini di Riset Dasar
Meski arahan Presiden sudah jelas, Brian mengakui bahwa rincian target teknis belum dibahas dalam pertemuan hari itu. Pertemuan baru sebatas menyamakan visi dan memetakan langkah awal, terutama di sisi riset dan pengembangan teknologi.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin industri perkapalan hanya menjadi proyek jangka pendek. Dengan melibatkan perguruan tinggi sejak awal, riset yang dihasilkan diharapkan bisa langsung diaplikasikan untuk memproduksi kapal-kapal buatan Indonesia yang mampu bersaing.