JAMBI — Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan penyederhanaan ini akan membuat organisasi lebih ramping dan kompetitif. "Penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan," ujar Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (4/6).
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Direksi Pupuk Indonesia. Fokus pembicaraan meliputi percepatan penataan portofolio usaha, penyederhanaan struktur, serta penguatan bisnis inti yang lebih terintegrasi.
Tiga Sub-Holding untuk Fokus Bisnis yang Lebih Tajam
Transformasi ini akan melahirkan tiga sub-holding utama. Pertama, Agrichemical yang menangani sektor pupuk. Kedua, Industrial Chemical untuk bahan kimia industri. Ketiga, Clean Ammonia yang fokus pada produksi amonia ramah lingkungan.
Ketiga sub-holding tersebut akan didukung oleh Feedstock Co, sebuah entitas khusus pengelola pasokan bahan baku strategis. Dony menekankan, dukungan ini penting untuk memastikan integrasi rantai pasok dan keberlangsungan operasi perusahaan.
"Transformasi yang dijalankan Pupuk Indonesia sejalan dengan agenda besar penataan dan penguatan BUMN yang terus didorong oleh BP BUMN bersama Danantara," tegas Dony.
Dampak Langsung: Efisiensi dan Ketahanan Pangan Nasional
Melalui struktur baru, Pupuk Indonesia diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat sinergi antar-entitas usaha. Pengelolaan aset dan sumber daya perusahaan pun bisa lebih optimal.
Perampingan ini juga bertujuan memperkuat daya saing di sektor pupuk dan petrokimia. Perusahaan bisa membuka peluang bisnis baru yang sesuai kebutuhan industri masa depan.
Yang terpenting, langkah ini berkontribusi langsung pada ketahanan pangan nasional. Dengan organisasi yang lebih lincah, Pupuk Indonesia diharapkan mampu mendukung pembangunan industri dalam negeri secara berkelanjutan.
Target penyelesaian restrukturisasi ini pada akhir 2026 menandai babak baru bagi holding BUMN pupuk. Setelah 57 entitas diringkas menjadi 17, fokus bisnis akan lebih tajam dan pengelolaan menjadi lebih efektif.