JAMBI — Port FC memastikan diri sebagai kampiun Piala Liga Thailand musim ini setelah memenangkan laga puncak yang digelar Minggu malam. Kemenangan tipis 1-0 atas BG Pathum United cukup membawa tim asal Bangkok itu mengangkat trofi, sekaligus menjadi gelar kedua bagi Asnawi sejak memperpanjang kontraknya bersama klub.
Cedera ACL Paksa Asnawi Absen di Partai Final
Asnawi tidak bisa diturunkan pada pertandingan final akibat cedera ligamen anterior cruciatum (ACL) yang dideritanya. Cedera tersebut memaksa pemain kelahiran Makassar itu menjalani operasi dan absen dari lapangan selama kurang lebih empat bulan.
Meski sudah dinyatakan pulih dan kembali berlatih sejak awal Mei, pelatih Port FC memilih tidak memainkan Asnawi di sisa laga musim ini. Keputusan itu diambil demi menjaga kondisi fisik bek timnas Indonesia agar tidak mengalami cedera berulang.
Dukungan Tim Jadi Kunci Pemulihan Asnawi
Proses pemulihan Asnawi disebut berjalan lancar berkat dukungan penuh dari rekan setim dan manajemen klub. Keberhasilan Port FC merebut gelar Piala Liga Thailand menjadi bukti kedalaman skuad serta kontribusi penting Asnawi sepanjang musim.
Momen kebahagiaan itu terlihat dalam unggahan media sosial resmi klub yang memperlihatkan Asnawi bersama pemain lain merayakan pencapaian tersebut. Trofi ini melengkapi perjalanan positif Asnawi di Port FC sejak pertama kali bergabung.
Prestasi Asnawi Jadi Bukti Kualitas Pemain Indonesia
Selain sukses di level klub, Asnawi juga menjadi figur penting di lini belakang Timnas Indonesia. Pencapaiannya di Thailand menunjukkan bahwa pemain muda Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di kompetisi Asia Tenggara.
Ke depannya, Asnawi diharapkan bisa kembali dalam kondisi prima untuk memperkuat Port FC dan timnas di kompetisi mendatang. Fokus utama saat ini adalah pemulihan penuh dan kesiapan fisik agar ia bisa kembali berkontribusi secara maksimal.