Pencarian

Kota Jambi Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional, Ratusan Pendamping Sosial Dibekali Bimtek IKD

Sabtu, 23 Mei 2026 • 16:20:01 WIB
Kota Jambi Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional, Ratusan Pendamping Sosial Dibekali Bimtek IKD
Pendamping sosial di Kota Jambi mengikuti bimtek digitalisasi bantuan sosial sebagai pilot project nasional.

JAMBI — Ratusan agen dan pendamping Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kota Jambi mulai dibekali kemampuan teknis mengoperasikan sistem digital bantuan sosial. Pembekalan ini digelar setelah Kota Jambi terpilih sebagai salah satu pilot project nasional program digitalisasi bansos oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Bimbingan teknis (bimtek) digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menyasar para pendamping yang akan menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat, khususnya kelompok rentan di desil 1 hingga 4 yang tidak memiliki gawai atau akses internet.

Pendamping Jadi Jembatan Digitalisasi Bansos

Program ini merupakan kerja sama Kementerian Sosial dengan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP). Sistem baru yang dibangun mengedepankan prinsip data tunggal yang terintegrasi menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Melalui IKD, data penerima manfaat langsung terkoneksi dengan berbagai instansi nasional, mulai dari kepolisian, BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya, penyaluran bansos lebih transparan dan tepat sasaran.

“Tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kesiapan SDM dan perubahan pola kerja,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Jambi, Dr. H. Mulyadi, S.Pd, M.Pd, saat mewakili Wali Kota.

Mengapa Digitalisasi Bansos Mendesak?

Mulyadi menjelaskan bahwa jumlah penerima bansos di Kota Jambi masih cukup besar. Penyalurannya pun melibatkan berbagai program, baik dari pusat maupun daerah. Tanpa sistem digital yang terintegrasi, risiko kesalahan data dan penyimpangan dinilai tinggi.

“Perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah menghadirkan sistem pelayanan yang lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola data penerima manfaat, mempercepat proses penyaluran, serta meminimalisasi kesalahan administrasi dan potensi penyimpangan.

Lima Target Utama Bimtek Pendamping Perlinsos

Bimtek ini dirancang untuk mencapai lima sasaran utama. Pertama, meningkatkan pemahaman peserta mengenai digitalisasi bansos. Kedua, meningkatkan kapasitas teknis agen dan pendamping Perlinsos.

Ketiga, mewujudkan pelayanan bansos yang lebih efektif dan efisien. Keempat, mendukung validitas data penerima manfaat. Kelima, memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Kita harus memastikan seluruh agen dan pendamping Perlinsos memiliki kemampuan teknis yang memadai dan mampu menjadi penghubung efektif antara pemerintah dan masyarakat,” ucap Mulyadi.

Komitmen Pemkot Jambi pada Pelayanan Digital

Pemkot Jambi sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah pendukung. Mulai dari penguatan pelayanan publik berbasis digital, peningkatan kualitas data kependudukan dan sosial, hingga pengembangan sistem pelayanan terpadu.

Program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kapasitas aparatur serta pendamping sosial juga digencarkan. Semua ini bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan transparan.

Para pendamping yang telah mengikuti bimtek diharapkan mampu mendampingi warga yang tidak memiliki akses teknologi agar tetap bisa mengakses bantuan sosial melalui sistem baru ini.

Bagikan
Sumber: jambikota.go.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks