JAKARTA — Meski nilai tukar rupiah masih tertekan ke posisi Rp 17.706 per dolar AS pada penutupan perdagangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru melihat sinyal pemulihan mulai tampak. Optimisme itu muncul setelah pemerintah mencatat adanya lonjakan aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi negara dalam beberapa hari terakhir.
“Rupiah tidak akan bertahan di level yang (rendah) ini untuk terlalu lama. Kan tadi kita sudah melihat ada perbaikan sentimen ke pasar obligasi kan? Dana mulai masuk ke sini, dan saya pikir ke depan akan lebih banyak yang masuk sehingga rupiah akan menguat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa.
Dana Asing Mengalir ke Pasar Primer dan Sekunder
Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Keuangan, aliran modal asing tidak hanya terjadi di pasar sekunder. Pemerintah mencatat dana asing yang masuk ke pasar sekunder mencapai sekitar Rp 500 miliar, sementara di pasar primer jumlahnya jauh lebih besar, yakni Rp 1,68 triliun.
Fakta ini menjadi landasan utama optimisme Menkeu. Masuknya dolar ke pasar obligasi dinilai sebagai indikator awal pulihnya kepercayaan investor asing terhadap instrumen keuangan Indonesia di tengah tekanan ekonomi global yang masih tinggi.
Intervensi Obligasi Terbukti Redam Gejolak
Pemerintah sebelumnya telah mengambil langkah strategis dengan melakukan intervensi pembelian obligasi di pasar sekunder sejak pekan lalu. Langkah ini disebut efektif meredam gejolak dan mulai menurunkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah, yang pada akhirnya memulihkan minat investor asing.
Untuk mengawal momentum ini, Kementerian Keuangan terus memantau pergerakan arus modal secara berkala melalui koordinasi intensif bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto.