Mantan juara dunia F1 Damon Hill mempertanyakan mentalitas George Russell menyusul hasil mengecewakan pada GP Miami 2026. Hal ini terjadi saat rekan setimnya, Kimi Antonelli, justru tampil dominan dengan mengamankan kemenangan ketiganya musim ini. Situasi tersebut memicu diskusi tajam mengenai performa Russell yang dianggap menurun drastis.
Dinamika internal Mercedes memanas setelah gelaran GP Miami 2026 berakhir. Sorotan tajam kini tertuju pada George Russell yang dinilai gagal mengimbangi performa impresif rekan setimnya yang masih muda, Kimi Antonelli. Dalam siniar The Chequered Flag milik BBC, dua mantan pembalap Formula 1, Damon Hill dan Juan Pablo Montoya, membedah apa yang sebenarnya terjadi di balik kemudi mobil Russell.
Kritik Tajam Damon Hill: Russell Seperti Menghilang
Damon Hill tidak menahan diri dalam memberikan penilaian terhadap pembalap asal Inggris tersebut. Hill melihat ada perbedaan kontras antara ambisi yang sering digaungkan Russell dengan realita di lintasan saat ini. Menurutnya, Russell seolah kehilangan arah justru di saat tim sangat membutuhkannya untuk mendulang poin krusial.
"Dia seperti menghilang," ujar Damon Hill singkat namun menohok saat menggambarkan kondisi psikologis Russell di Miami. Hill menekankan bahwa dalam kompetisi level tinggi seperti F1, aspek mental seringkali menjadi pembeda utama ketika aspek teknis kendaraan sudah setara.
Komentar Hill ini merujuk pada ketidakmampuan Russell merespons tekanan di barisan depan. Di saat Antonelli mampu mengeksekusi strategi dengan sempurna dan meraih podium tertinggi, Russell justru berkutat di papan tengah tanpa progres yang berarti sepanjang balapan di Miami International Autodrome.
Dominasi Kimi Antonelli di Mercedes Musim 2026
Kontras performa ini semakin terlihat nyata jika melihat statistik musim 2026. Kimi Antonelli baru saja mencatatkan kemenangan ketiganya, sebuah pencapaian luar biasa bagi pembalap yang baru dipromosikan ke tim utama. Keberhasilan Antonelli ini secara tidak langsung memberikan tekanan psikologis besar kepada Russell yang seharusnya bertindak sebagai pemimpin tim.
Juan Pablo Montoya, yang juga hadir dalam diskusi tersebut, menambahkan perspektif teknis mengenai gaya balap. Montoya melihat Russell mungkin terlalu banyak berpikir atau mencoba terlalu keras, yang justru berdampak buruk pada manajemen ban dan kecepatan balapnya secara keseluruhan. Perbedaan hasil yang mencolok ini membuat posisi Russell mulai dipertanyakan oleh para pengamat senior.
Evaluasi Internal Menanti Russell Sebelum Seri Berikutnya
Mercedes kini menghadapi situasi dilematis. Di satu sisi, mereka merayakan kemenangan Antonelli, namun di sisi lain, mereka harus segera memulihkan kepercayaan diri Russell. Jika tren ini berlanjut, posisi Russell sebagai pembalap utama bisa terancam oleh dominasi pembalap muda di garasi sebelah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari George Russell maupun Toto Wolff terkait kritik yang dilontarkan Hill. Namun, seri balapan berikutnya akan menjadi ujian pembuktian bagi Russell apakah ia mampu bangkit dari keterpurukan mental atau justru semakin tenggelam di bawah bayang-bayang Kimi Antonelli.