JAMBI — DPD LDII Kota Jambi menggelar Sarasehan Guru Mengaji di Masjid Al-Barokah guna memperkuat kualitas dakwah dan adaptasi teknologi digital para pendidik. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (24/4) ini diikuti puluhan guru mengaji dari berbagai wilayah di Kota Jambi untuk menyelaraskan metode pengajaran dengan perkembangan zaman.
Ketua DPW LDII Jambi, Rahmat Nuruddin, menekankan pentingnya totalitas dalam berdakwah di era modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci agar pesan kebaikan tetap relevan bagi masyarakat luas, terutama generasi muda yang sangat akrab dengan dunia digital.
Adaptasi Teknologi dalam Dakwah Kontemporer
Rahmat mengingatkan bahwa tantangan zaman menuntut para pendidik keagamaan untuk tidak menutup mata terhadap kemajuan alat komunikasi. Guru mengaji kini memikul beban untuk menjangkau audiens yang lebih heterogen melalui berbagai platform yang tersedia saat ini.
“Terlebih di zaman modern, guru mengaji harus beradaptasi dengan teknologi. Sehingga, pesan kebaikan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman,” tuturnya di hadapan puluhan peserta sarasehan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian ilmu agama di Jambi. Dengan penguasaan teknologi, materi dakwah tidak lagi terbatas oleh ruang kelas, melainkan bisa menembus batas-batas digital yang lebih fleksibel.
Menjaga Amanah dan Integritas Pendidik Agama
Selain aspek teknis dan digitalisasi, sarasehan ini juga menyoroti integritas personal seorang pengajar. Pengurus Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah DPD LDII Kota Jambi, Ustaz Ilman Nafian, menegaskan bahwa peran pengajar agama adalah sebuah anugerah sekaligus amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.
“Menjadi seorang guru mengaji atau pendakwah adalah anugerah yang luar biasa. Namun, di balik itu, ada amanah besar dari Allah SWT. Untuk itu, mari jadi pendakwah yang benar-benar bisa menjadi panutan umat,” kata Ilman Nafian.
Ilman menambahkan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu secara lisan. Lebih dari itu, mereka harus menjadi cerminan perilaku yang baik bagi lingkungannya, sehingga dakwah yang disampaikan memiliki kekuatan moral yang nyata.
Urgensi Akhlak dan Niat Murni dalam Syiar Islam
Dewan Penasihat DPW LDII Jambi, Nurhamid Hadi, memberikan pesan mendalam mengenai keutamaan menjadi pembawa ilmu. Ia mengibaratkan para pendidik sebagai pewaris para Nabi yang memikul tanggung jawab mulia dalam menjaga moralitas masyarakat di Jambi.
Nurhamid mengajak para peserta untuk senantiasa mengevaluasi niat dan menjaga akhlak dalam keseharian. Ia mewanti-wanti agar para pendakwah menjauhkan diri dari sifat sombong yang dapat merusak esensi dan kesucian dari tujuan dakwah itu sendiri.
“Ilmu harus didasari dengan niat murni karena Allah. Dan seorang pendakwah, harus menjauhkan diri dari sifat sombong,” tegas Nurhamid dalam arahannya.
Dampak bagi Kualitas Keagamaan di Kota Jambi
Sarasehan ini menjadi langkah strategis bagi LDII Jambi untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pendidik yang kompeten. Dengan penguasaan materi yang kuat dan akhlak yang terpuji, kualitas pembinaan umat di tingkat akar rumput diharapkan semakin meningkat secara signifikan.
Nurhamid menutup sesi dengan menekankan bahwa akhlak adalah identitas utama seorang pendakwah. Keikhlasan dalam mengajar menjadi fondasi utama agar ilmu yang disampaikan dapat menjadi cahaya bagi para santri dan masyarakat luas di Provinsi Jambi.
“Maka, akhlak yang baik, harus menjadi pakaian utama para pendakwah. Ikhlas dalam mengajar dan tetap rendah hati dalam berdakwah,” pungkas Nurhamid.