Ramalan Weton Selasa Pon, 8 September 2026

Penulis: Syafruddin Amir  •  Selasa, 08 September 2026 | 08:21:01 WIB
Warga membaca informasi kalender Jawa yang menandai peralihan bulan Mulud ke Bakdomulud pada September 2026 di Jambi.

JAMBI — Kalender Jawa September 2026 punya keunikan tersendiri. Bulan ini mencakup dua bulan dalam penanggalan Jawa, yaitu Mulud dan Bakdomulud, yang peralihannya terjadi pada 14 September 2026.

Berbeda dengan kalender Masehi yang berganti tengah malam, pergantian hari di kalender Jawa dimulai setelah matahari terbenam atau bakda Magrib. Sistem ini serupa dengan kalender Hijriah yang sama-sama berbasis peredaran bulan.

Neptu dan Watak Selasa Pon

Weton Selasa Pon memiliki neptu 10, gabungan dari nilai hari Selasa (3) dan pasaran Pon (7). Angka ini sering dikaitkan dengan karakter seseorang yang lahir di weton tersebut.

Secara umum, orang dengan weton ini dikenal menyukai kemewahan. Meski pengeluarannya biasanya menyesuaikan kemampuan finansial, keinginan untuk hidup mewah kerap sulit dikendalikan.

Mereka juga termasuk pribadi yang sangat melindungi perasaannya sendiri. Kesetiaan dan kemurahan hati hanya diberikan kepada orang-orang yang sesuai dengan standar pribadinya.

Percintaan dan Sikap Sosial

Jika kamu dekat dengan orang berweton Selasa Pon, kamu akan mendapatkan mereka seutuhnya. Namun, perlu diwaspadai sifat cemburu yang sering muncul dalam setiap hubungan.

Di lingkungan sosial, mereka terlihat ramah meski sebenarnya tertutup. Pendiriannya terbilang kaku dan tidak mudah berubah.

Kalender Jawa September 2026

Sepanjang September 2026, penanggalan Jawa berjalan dari 18 Mulud 1960 hingga 17 Bakdomulud 1960. Bulan Mulud berakhir pada Minggu Pon, 13 September 2026 (30 Mulud 1960).

Setelah itu, bulan Bakdomulud dimulai pada Senin Wage, 14 September 2026 (1 Bakdomulud 1960) dan berlangsung hingga 29 Bakdomulud 1960 pada 12 Oktober 2026.

Buat kamu yang lahir 8 September 2026, wetonmu Selasa Pon dengan neptu 10. Ingat, ramalan ini cuma untuk seru-seru ya, bukan patokan hidup!

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top