JAMBI — Kepala BKSDA Jambi melalui Sub Bagian Tata Usaha, Hendrimon Syadri, menegaskan bahwa kondisi populasi harimau sumatra saat ini sudah sangat mendesak. Penurunan luas hutan dan fragmentasi habitat menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah satwa yang membentang dari Aceh hingga Lampung itu.
"Jumlah harimau sumatra di alam liar diperkirakan tersisa 300 an ekor, membentang dari Aceh hingga Lampung, di hutan yang tersisa saat ini," kata Hendrimon di Jambi, Minggu.
Hendrimon menjelaskan, harimau sumatra memegang peranan penting sebagai predator puncak. Keberadaannya berfungsi menjaga keseimbangan populasi satwa pemakan tumbuhan atau herbivora di dalam ekosistem hutan.
Jika populasi harimau terganggu atau hilang, dampaknya akan berantai. Populasi herbivora akan meningkat tanpa kendali akibat hilangnya predator alami, sehingga berpotensi merusak vegetasi hutan secara masif.
Dalam kesempatan itu, Hendrimon menilai Indonesia perlu mencontoh keberhasilan India dalam program konservasi harimau. Di negara tersebut, populasi harimau benggala (panthera tigris tigris) mencapai 3.500 ekor, atau sekitar 70 persen dari total populasi harimau di dunia.
Menurutnya, upaya konservasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Perlu ada penguatan sinergi antara pemerintah, pegiat konservasi, dan masyarakat yang menjadi garda terdepan di lapangan.
Di sisi lain, warga Kota Jambi, Alam Borneo Albar, menilai kehadiran masyarakat sipil dalam peringatan Global Tiger Day membuktikan bahwa semangat kepedulian terhadap isu lingkungan masih hidup. Menurutnya, hubungan antara masyarakat kota, masyarakat desa, dan satwa liar di hutan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.
"Hari ini kita membuktikan bahwa masyarakat sipil masih punya kepedulian dan komitmen dalam konteks penyadaran hubungan antara hewan, lingkungan dan manusia," ujar Alam.
Ia berharap momentum tahunan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Isu keterhubungan lingkungan seharusnya menjadi topik pembicaraan sehari-hari di tengah masyarakat.
"Pesan moralnya, acara hari ini kita harus membuktikan bahwa semangat dan kepedulian itu selalu bisa dibentuk dan dibangun," ungkapnya.