TANJUNG JABUNG TIMUR — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menyiapkan lahan seluas 21 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di wilayah tersebut. Lahan itu berada di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Kecamatan Geragai, persis berdekatan dengan Sekolah Rakyat.
"Kami siap mendukung pembangunan sekolah unggulan itu, lahannya kita siap tinggal proses hibah ya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Syafaruddin di Jambi, Senin.
Beberapa waktu lalu, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Jambi, serta pihak aset dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tanjung Jabung Timur telah melakukan peninjauan lokasi dan pengukuran lahan. Langkah itu menunjukkan keseriusan daerah dalam menjalankan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang percepatan peningkatan mutu pendidikan.
Meski bukan sekolah berasrama, SNT diproyeksikan memiliki fasilitas pendukung yang memadai. Rencananya, akan dibangun gedung kelas, laboratorium, hingga sarana olahraga. Untuk mendukung mobilitas siswa, daerah juga menyediakan bus antar-jemput dari rumah menuju sekolah.
"Ini bentuk keseriusan daerah dalam mendukung program strategis nasional," ungkap Syafaruddin.
Tahun ini, Tanjung Jabung Timur resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi untuk tingkat SMP dan SMA. Setiap jenjang—kelas VII (SMP) dan kelas X (SMA)—masing-masing menampung 40 murid baru.
Pendaftaran secara daring telah dibuka sejak 21 Juli dan akan berakhir pada 27 Juli 2026. Proses seleksi administrasi dan pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 3 Agustus 2026.
Nantinya, proses belajar mengajar akan dilaksanakan di gedung diklat milik pemerintah daerah. Untuk tenaga guru, daerah akan menyiapkan terlebih dahulu sambil menunggu pemerintah pusat membuka seleksi CPNS khusus untuk guru di SNT.