Kebakaran Lahan Gambut di Muaro Jambi Meluas, Tim Satgas Karhutla Fokus Lakukan Pendinginan Bawah Tanah

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:24:01 WIB
Petugas Satgas Karhutla menyiram titik api di lahan gambut Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi, Kamis (16/7/2026).

MUARO JAMBI — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengungkapkan bahwa kebakaran lahan gambut di Kecamatan Sungai Gelam terjadi pada sore hari, Rabu (15/7). Berkat respons cepat Satgas Karhutla, kobaran api di permukaan berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area lain. Namun, hingga Kamis (16/7), operasi penanganan belum dihentikan.

"Untuk saat ini api sudah mulai padam berkat kerja keras tim Satgas Karhutla. Tim masih melakukan pendinginan. Ini sebagai upaya mencegah api muncul kembali dan mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas," kata Bachyuni, Kamis (16/7/2026).

Mengapa Proses Pendinginan di Lahan Gambut Lebih Krusial?

Bachyuni menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman jauh lebih sulit dibandingkan kebakaran di lahan mineral. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat merambat melalui lapisan gambut di bawah tanah. Jika bara api di dalam lapisan gambut tidak dipadamkan hingga tuntas, api berpotensi muncul kembali ketika tertiup angin atau saat cuaca panas.

"Kendalanya memang karena wilayahnya lahan gambut. Api bisa saja terlihat padam di permukaan, tetapi bara masih ada di bawah tanah. Karena itu kami harus memastikan semuanya benar-benar padam," ungkapnya.

Karena itu, petugas terus menyiram titik-titik yang terbakar serta memantau area sekitar untuk memastikan tidak ada lagi sumber panas yang dapat memicu kebakaran susulan.

Berapa Luas Lahan yang Terbakar?

Hingga saat ini, BPBD belum dapat memastikan luas lahan yang terdampak kebakaran. Pendataan baru akan dilakukan setelah proses pendinginan selesai dan lokasi dinyatakan aman. "Luasan lahan yang terbakar belum dihitung karena tim masih fokus melakukan pendinginan," ujar Bachyuni.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan lahan kosong milik masyarakat dengan kondisi semak belukar.

Personel Siaga dan Imbauan untuk Warga

Personel Satgas Karhutba yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, dan unsur terkait lainnya masih disiagakan di lokasi. Mereka akan terus melakukan pemantauan hingga dipastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran baru.

Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Provinsi Jambi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas.

"Kolaborasi antara pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah karhutla," tutup Bachyuni. Upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan jumlah kebakaran hutan dan lahan di Jambi, terutama karena potensi bencana kabut asap yang mengintai di musim kemarau.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top