TANJAB BARAT — Bantuan fisik ini difokuskan untuk menyasar tiga titik krusial yang bersentuhan langsung dengan aktivitas harian masyarakat. Ketiganya meliputi kawasan permukiman padat penduduk, fasilitas umum (fasum), serta fasilitas sosial (fasos). Langkah ini diambil untuk menekan munculnya titik pembuangan sampah liar di area publik dan memastikan pengelolaan sampah rumah tangga berjalan lebih optimal.
Plt. Kepala DLH Tanjab Barat, Hilman, menyebut bahwa kebutuhan akan wadah pembuangan di lapangan saat ini sangat tinggi. Keberadaan drum plastik ini dinilai menjadi solusi konkret di tengah keterbatasan prasarana kebersihan yang dimiliki daerah. "Banyak sekali manfaat yang kami rasakan dari keberadaan PetroChina. Kami sangat mengapresiasi bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa drum plastik ini," ujarnya saat serah terima.
CSR & Comdev Supervisor PetroChina, M Yuda Ramdani, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penyaluran barang. Pihaknya mendorong agar sampah yang terkumpul tidak hanya berakhir di tempat pembuangan akhir. "Ada sampah yang bisa diolah, dan memiliki nilai ekonomis sehingga ada tambahan pendapatan baru, terutama untuk masyarakat untuk mengelola sampah," katanya.
Yuda menambahkan, bantuan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan PetroChina terhadap daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasinya. Serah terima drum turut dihadiri Environmental HSE PetroChina Ade Wira dan Eko Wahyuana, serta Kabid PPKL DLH Tanjab Barat Ahmad Fauzi.
Penanganan limbah domestik di kawasan permukiman Tanjab Barat selama ini kerap terkendala sarana penampungan yang memadai. Dengan tambahan 80 drum berkapasitas 200 liter, DLH setempat diharapkan bisa mendistribusikan fasilitas kebersihan secara lebih merata ke titik-titik yang selama ini minim tempat sampah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan volume sampah yang tidak terkelola di wilayah tersebut.