Kecelakaan Maut di Thailand: 8 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Anak 11 Tahun di Mukdahan, Sopir Masih di Bawah Umur

Penulis: Mukhtar Latif  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 19:58:01 WIB
Delapan biksu meninggal dunia setelah ditabrak mobil pikap di Mukdahan, Thailand.

MUKDAHAN — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rombongan biksu kembali terjadi di Thailand, kali ini menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Kepolisian setempat melaporkan bahwa delapan orang biksu meninggal dunia setelah ditabrak sebuah mobil pikap yang dikemudikan oleh seorang anak laki-laki di bawah umur.

Kronologi Tabrakan: Anak 11 Tahun Bawa Mobil Ayahnya Tanpa Izin

Peristiwa nahas itu berlangsung pada Kamis pagi sekitar pukul 11.00 waktu setempat di sebuah jalan di Distrik Mueang, Provinsi Mukdahan. Saat itu, rombongan yang terdiri dari 34 biksu sedang berjalan kaki di pinggir jalan dalam rangka ziarah dari Mukdahan menuju Provinsi Ubon Ratchathani.

Menurut keterangan polisi, pengemudi mobil bak terbuka tersebut adalah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Ia diduga membawa lari kendaraan milik ayahnya tanpa izin dan tengah melaju menuju kota sebelum kehilangan kendali dan menabrak rombongan biksu dari arah belakang.

Korban Tewas dan Luka: Lima Meninggal di Tempat, Tiga di Rumah Sakit

Dampak tabrakan sangat fatal. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa lima orang biksu tewas seketika di lokasi kejadian. Tiga biksu lainnya menyusul meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit. Selain itu, tujuh biksu dilaporkan mengalami luka parah, sementara 20 orang lainnya selamat dengan luka ringan.

Seorang polisi lalu lintas yang kebetulan melintas di lokasi kejadian sesaat setelah tabrakan menjadi saksi pertama. Ia melihat sejumlah biksu tergeletak dalam kondisi terluka dan warga setempat mulai berkerumun. Petugas tersebut segera berkoordinasi dengan kepolisian, rumah sakit, dan regu penyelamat untuk memberikan pertolongan kepada para korban.

Penyelidikan Masih Berlangsung, Polisi Dalami Motif Anak Bawa Mobil

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan terkait insiden tabrakan maut tersebut masih terus berjalan. Pihak kepolisian Thailand tengah mendalami bagaimana seorang anak berusia 11 tahun bisa mengakses dan membawa kendaraan tanpa sepengetahuan orang tuanya. Belum ada pernyataan resmi mengenai kemungkinan tuntutan hukum terhadap pihak keluarga atau pengemudi anak di bawah umur tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya berkendara di bawah umur serta pentingnya pengawasan orang tua terhadap akses anak ke kendaraan bermotor. Kecelakaan serupa juga pernah terjadi di beberapa wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang menimbulkan korban jiwa akibat kelalaian serupa.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top