BPBD Jambi Dirikan 81 Posko Antisipasi Karhutla di 11 Kabupaten/Kota, 1.463 Hotspot Terdeteksi Hingga Juni 2026

Penulis: Mukhtar Latif  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 19:52:31 WIB
Tim gabungan siaga di 81 posko antisipasi karhutla di 11 kabupaten/kota Jambi.

JAMBI — Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI/Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) kini siaga di 81 titik yang tersebar di 11 kabupaten dan kota. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyatakan posko-posko itu berfungsi sebagai garda terdepan pelaporan titik api sekaligus pusat sosialisasi bahaya karhutba kepada warga.

“Kami membuat 81 posko tersebar di seluruh wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka melakukan antisipasi terjadi karhutla,” kata Bachyuni di Jambi, Jumat.

Puncak Kemarau Bertepatan dengan El Nino

Bachyuni menjelaskan awal Juli 2026 merupakan puncak kemarau yang diperkuat fenomena El Nino, meningkatkan risiko kebakaran secara signifikan. Kondisi ini diperkirakan bertahan hingga akhir September, bahkan berpotensi meluas hingga Oktober mendatang.

Setiap posko diperkuat sepuluh personel beserta perlengkapan pemadaman. Mereka bertugas membuat laporan berjenjang ke posko induk di Korem 042/Garuda Putih dan posko udara di Bandara Sultan Thaha Jambi.

1.463 Hotspot, 137 Hektare Lahan Terbakar

Data BPBD Provinsi Jambi mencatat total hotspot berdasarkan Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP periode 1 Januari hingga 29 Juni 2026 mencapai 1.463 titik. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan 451 titik, disusul Muaro Jambi sebanyak 339 titik, Sarolangun 199 titik, dan Merangin 138 titik.

Luas lahan yang terbakar selama semester pertama 2026 mencapai 137,72 hektare. Kabupaten Sarolangun mencatat area terbakar terluas yakni 44,90 hektare, disusul Batang Hari 36,42 hektare, Tanjung Jabung Barat 33,40 hektare, dan Tanjung Jabung Timur 18,80 hektare.

Fungsi Posko: Dari Sosialisasi hingga Pelaporan Titik Api

Selain memadamkan api, personel posko juga bertugas menyosialisasikan bahaya karhutla kepada masyarakat di sekitar kawasan rawan. Bachyuni menekankan deteksi dini menjadi kunci utama mengingat luasnya wilayah dan terbatasnya akses di sejumlah titik rawan.

Laporan dari setiap posko akan disampaikan secara berjenjang. Temuan titik api di lapangan langsung diteruskan ke posko induk untuk koordinasi penanganan lebih lanjut, termasuk pengerahan helikopter water bombing jika diperlukan.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top